X

Akuntansi Kas Rekonsiliasi Bank

Pengertian rekonsiliasi bank adalah daftar dan jumlah transaksi yang menyebabkan saldo kas di laporan bank berbeda dengan saldo kas pada pembukuan perusahaan. Rekonsiliasi laporan bank bisa digunakan untuk mengecek ketelitian pencatatan rekening kas bank dan kas perusahaan. Hal ini juga bisa dipakai untuk manajemen kas agar mengetahui penerimaan atau pengeluaran yang belum dicatat oleh perusahaan. Perbandingan antara catatan atas laporan keuangan perusahaan dengan bank dilakukan dengan cara debet laporan arus kas dibandingkan dengan kredit catatan bank yang bisa dilihat dari laporan bank kolom penerimaan dan kredit rekening kas, lalu dibandingkan dengan debet catatan bank yang bisa dilihat dari laporan bank kolom pengeluaran.

Laporan bank umumnya diterima secara bulanan dan direkonsiliasikan dengan catatan kas. Ada dua catatan kas dalam perusahaan, yaitu akun kas di buku besar umum perusahaan dan laporan bank yang menunjukkan penerimaan dan pembayaran kas yang dilakukan melalui bank. Pembukuan dan pelaporan bank biasanya menunjukkan saldo kas yang berlainan. Perbedaan karena adanya perbedaan waktu pencatatan transaksi keuangan. Berikut beberapa hal tentang akuntansi kas rekonsiliasi bank.

  1. Alasan diperlukan Penyusunan Rekonsiliasi Bank

Penyusunan rekonsiliasi bank sangat diperlukan bagi perusahaan karena beberapa alasan sebagai berikut.

  • Untuk mengetahui jumlah selisih saldo kas dari laporan bank yang saldo kasnya berbeda pada pembukuan perusahaan.
  • Untuk mengetahui sebab-sebab apa saja sehingga dapat terjadinya selisih saldo kas pada catatan bank dan perusahaan.
  • Cara agar kita dapat mengetahui saldo kas yang sama (benar) akibat dari perbedaan saldo kas yang terjadi karena perbedaan catatan antara catatan bank dan perusahaan.
  1. Penyebab Perbedaan antara Saldo Perusahaan dengan Bank

Hal-hal yang menimbulkan perbedaan antara saldo menurut catatan kas perusahaan dengan saldo menurut laporan bank sebagai berikut

a.  Elemen-elemen yang sudah dicatat oleh akuntan perusahaan sebagai penerimaan uang, tetapi belum dicatat oleh bank. Contoh transaksi yang dimaksud sebagai berikut.

  • Setoran yang dilakukan ke bank pada akhir bulan, tetapi belum diterima oleh bank sampai bulan berikutnya. Setoran yang dimaksud adalah setoran dalam perjalanan/deposit in transit.
  • Setoran yang diterima oleh bank pada akhir bulan, tetapi dicatat sebagai setoran bulan berikutnya karena laporan bank sudah terlanjur dibuat (setoran dalam perjalanan/deposit in transit).
  • Uang tunai yang tidak disetorkan ke bank (cash on hand) yang mungkin langsung dipakai untuk kegiatan operasional perusahaan.
  • Non Sufficient Check (NSC), yaitu cek yang dananya tidak cukup untuk diuangkan.

b.  Elemen-elemen yang sudah dicatat sebagai penerimaan perusahaan oleh bank, tetapi belum dicatat oleh perusahaan dalam jenis jenis laporan keuangan. Contoh transaksinya sebagai berikut.

  • Bunga terhadap simpanan yang diperhitungkan oleh bank, tetapi belum dicatat dalam buku perusahaan (jasa giro).
  • Penagihan wesel oleh bank yang sudah dicatat oleh bank sebagai penerimaan, tetapi akuntan perusahaan belum mencatatnya.

c. Elemen-elemen yang sudah dicatat oleh perusahaan sebagai pengeluaran, tetapi bank mencatatnya sebagai pengeluaran. Contoh transaksinya sebagai berikut.

  • Cek-cek yang beredar (outstanding cheque), yaitu cek yang sudah dikeluarkan oleh perusahaan dan sudah dicatat sebagai pengeluaran kas, tetapi penerima belum menguangkan ke bank sehingga bank belum mencatatnya sebagai pengeluaran.
  • Cek yang sudah ditulis dan sudah dicatat dalam jurnal pengeluaran uang, tetapi ceknya belum diserahkan kepada orang atau pihak yang dibayar maka cek tersebut belum menjadi pengeluaran karena jurnal pengeluaran kas harus dikoreksi pada akhir periode (cheque on hand).

d.  Elemen-elemen yang sudah dicatat oleh bank sebagai pengeluaran, tetapi belum dicatat oleh perusahaan. Contoh transaksi bisnis perusahaan sebagai berikut.

  • Cek dari pelanggan yang ditolak oleh bank karena kosong, tetapi belum dicatat oleh perusahaan.
  • Bunga yang diperhitungkan atas overdraft (saldo kredit kas), tetapi belum dicatat oleh perusahaan.
  • Biaya jasa bank yang belum dicatat oleh perusahaan sesuai dengan sistem akuntansi biaya sehingga mengurangi saldo kas perusahaan di bank.

Perbedaan antara saldo kas dengan saldo kas menurut laporan bank juga bisa terjadi akibat kesalahan-kesalahan yang terjadi dalam catatan perusahaan maupun catatan bank. Agar rekonsiliasi bank bisa dibuat maka kesalahan-kesalahan yang ada harus dikoreksi terlebih dahulu terutama dalam pengelolaan kas kecil. Seperti itulah siklus akuntansi kas rekonsiliasi bank secara umum yang bisa diketahui.

Categories: Akuntansi Kas Bank