X

11 Fungsi Akuntansi Biaya Dalam Perusahaan Manufaktur

Akuntansi biaya memiliki peran yang penting bagi berbagai jenis perusahaan seperti perusahaan jasa, perusahaan dagang, dan perusahaan manufaktur. Pengertian akuntansi biaya merupakan salah satu cabang akuntansi yang membahas tentang penentuan harga pokok suatu barang yang diproduksi terutama pada perusahaan manufaktur untuk memenuhi kebutuhan pembeli termasuk cara menghitung harga pokok penjualan. Harga pokok produksi harus dihitung dengan baik karena bisa menentukan harga barang yang akan dijual sesuai keuntungan yang ingin didapatkan. Tujuan akuntansi biaya yaitu untuk kepentingan pengendalian terutama pengendalian biaya dalam proses pembuatan produk agar tercapai efisiensi perusahaan.

Fungsi akuntansi biaya dalam sistem akuntansi berupa jaringan prosedur yang dipakai untuk mengumpulkan dan menyajikan biaya produksi, biaya pemasaran, biaya administrasi dan biaya umum. Beberapa faktor yang mempengaruhi perancangan sistem akuntansi biaya yaitu metode costing (biaya) yang dipakai adalah full costing atau variable costing. Siklus akuntansi biaya berupa sistem biaya standar atau sistem biaya historis, serta proses produksi berdasarkan pesanan atau proses. Sistem akuntansi biaya berfungsi untuk menyediakan informasi bagi manajemen perusahaan yang terdiri dari order produksi yang belum selesai, order produksi yang telah selesai, harga pokok produk jadi, harga pokok produk yang masih dalam proses pada saat tertentu, dan biaya menurut pusat biaya. Ketahui juga tentang perbedaan biaya dan beban dalam akuntansi.

Fungsi-fungsi Akuntansi Biaya Dalam Perusahaan Manufaktur

  1. Fungsi Penjualan

Perusahaan manufaktur yang melakukan produksi berdasarkan order maka fungsi penjualan bertanggung jawab atas penerimaan order dari langganan, kemudian meneruskan order ke fungsi produksi. Jika berproduksi secara massal, order produksi ditentukan dalam rapat bulanan antara fungsi pemasaran dan fungsi produksi. Fungsi penjualan berfungsi untuk melayani order dari langganan berdasarkan persediaan barang jadi yang ada di gudang. Untuk itu akuntansi biaya diperlukan untuk mendukung fungsi penjualan barang berdasarkan perhitungan biaya produksi dan laba yang diinginkan perusahaan yang termasuk dalam macam macam harta dalam akuntansi.

  1. Fungsi Produksi

Fungsi produksi berfungsi untuk pembuatan perintah produksi (surat order produksi) bagi fungsi-fungsi yang terkait dalam pelaksanaan proses produksi untuk memenuhi permintaan produksi dari fungsi penjualan. Fungsi produksi juga bertanggung jawab atas pelaksanaan produksi sesuai dengan surat order produksi dan konsep dasar penganggaran. Akuntansi biaya berperan dalam menentukan besarnya biaya produksi sehingga pabrik manufaktur harus melakukan proses produksi sesuai anggaran biaya yang telah ditetapkan.

  1. Fungsi Perencanaan dan Pengawasan Produksi

Akuntansi biaya membantu fungsi produksi dalam merencanakan dan mengawasi kegiatan produksi. Jika proses produksi yang dilakukan tidak sesuai dengan anggaran biaya yang telah ditetapkan maka proses produksi akan dikendalikan dari sisi barang modal atau pekerja yang berproduksi agar proses produksi sesuai anggaran biaya.

  1. Fungsi Gudang

Fungsi akuntansi biaya dalam kegiatan gudang sangat krusial untuk mencatat konsumsi berbagai sumber daya yang digunakan untuk memproduksi pesanan, mencatat mutasi setiap jenis persediaan dan biaya non produksi pada jurnal. Jaringan prosedur yang membentuk sistem pengawasan produksi dan sistem akuntansi biaya pada perusahaan manufaktur terdiri dari beberapa hal. Berikut ini hal-hal yang dimaksud beserta penjelasannya.

  • Prosedur Order Produksi

Prosedur ini meliputi kegiatan koordinasi pengolahan bahan baku menjadi produk jadi yang ditandai dengan Dokumen Surat Order Produksi oleh fungsi produksi berdasarkan order dari pelanggan yang diterima fungsi penjualan. Prosedur order produksi terdiri dari prosedur order produksi khusus yang berdasarkan pesanan dan prosedur order produksi berulangkali yang berproduksi secara massal untuk memenuhi persediaan.

  • Prosedur permintaan dan pengeluaran barang gudang

Prosedur ini dilakukan oleh fungsi produksi untuk meminta bahan baku dari fungsi gudang. Perusahaan yang tidak memiliki fungsi gudang untuk persediaan bahan baku maka prosedur permintaan pembelian bahan baku harus dilakukan. Permintaan bahan baku didasarkan pada daftar kebutuhan bahan baku yang dibuat berdasarkan fungsi perencanaan dan pengawasan produksi.

  • Prosedur Pengembalian Barang Gudang

Prosedur pengembalian barang biasanya dilakukan dari fungsi produksi ke fungsi gudang. Contohnya saat bahan baku tidak habis terpakai dalam proses produksi maka sisa bahan baku dikembalikan ke gudang. Prosedur seperti ini menghasilkan Dokumen Bukti Pengembalian Barang Gudang untuk mengurangi biaya bahan baku yang dicatat dalam kartu harga pokok pesanan dan menambah persediaan bahan baku yang dicatat dalam kartu persediaan dengan metode pengumpulan biaya. Bahan baku yang dikembalikan juga mempengaruhi catatan dalam akuntansi biaya sehingga biaya produksi tidak bertambah.

  • Prosedur Pencatatan Jam Kerja dan Biaya Pekerja Langsung

Dokumen Surat Order Produksi terlampir dalam daftar kebutuhan bahan baku dan daftar kegiatan produksi yang berisi urutan proses pengolahan, mesin yang digunakan, dan taksiran waktu kerja karyawan dan mesin. Pelaksanaan kegiatan produksi juga wajib dilakukan prosedur pencatatan jam tenaga kerja langsung sesuai dengan proses produksi.  Prosedur ini termasuk dalam akuntansi biaya karena memengaruhi biaya produksi.

  • Prosedur Produk Selesai dan Biaya Overhead Produk

Prosedur produk yang jadi berasal dari fungsi produksi ke fungsi gudang. Pencatatan biaya overhead pabrik yang dibebankan pada pesanan tertentu Sesuai ketentuan tarif di muka dan total harga pokok produk yang ditransfer dari fungsi produksi ke fungsi gudang. Proses ini tentu memengaruhi perhitungan akuntansi biaya karena berkenaan dengan biaya produksi.

  • Prosedur pencatatan biaya overhead pabrik, biaya administrasi dan umum, dan biaya pemasaran

Prosedur ini dipakai untuk mencatat biaya overhead pabrik, biaya administrasi dan umum, serta biaya pemasaran. Dokumen yang digunakan dalam sistem pengawasan produksi dan sistem akuntansi biaya ialah Surat order produksi. Dokumen ini merupakan surat perintah yang dikeluarkan fungsi produksi pada bagian yang berhubungan dengan proses pengolahan produk untuk memproduksi barang dengan spesifikasi, cara produksi, fasilitas produksi, dan jangka waktu seperti yang tercantum pada surat order penjualan. Dalam surat order produksi terlampir juga daftar kebutuhan bahan dan daftar kegiatan produksi. Surat order produksi, bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang, bukti kas keluar, bukti memorial, bernomor urut tercetak dan penggunaannya dipertanggungjawabkan.

  • Bukti kas keluar

Dokumen ini dipakai untuk mencatat biaya-biaya yang dibayar lewat kas. Catatan akuntansi yang dipakai dalam sistem akuntansi biaya adalah Jurnal pemakaian bahan baku. Jurnal tersebut merupakan jurnal khusus untuk mencatat harga pokok bahan baku dalam produksi. Jurnal umum dipakai untuk mencatat transaksi pembayaran gaji dan upah, depresiasi aktiva tetap, amortisasi aktiva tak berwujud dan persekot biaya yang terpakai. Register bukti kas keluar untuk mencatat biaya overhead pabrik, biaya administrasi dan umum, biaya pemasaran yang berupa pengeluaran kas. Kartu harga pokok produk pada buku pembantu merinci biaya produksi yang dikeluarkan untuk pesanan tertentu. Kartu biaya merinci biaya overhead pabrik, biayaadministrasi dan umum, dan biaya pemasaran. Pengendalian intern dilakukan supaya fraud di dalam fungsi-fungsi perusahaan tidak terjadi sehingga aset perusahaan tetap terjaga.

Demikian fungsi akuntansi biaya dalam perusahaan manufaktur yang harus dipahami agar proses produksi sesuai anggaran yang telah disusun berdasarkan akuntansi biaya. Proses produksi yang tidak sesuai prosedur akan merugikan perusahaan karena mungkin terjadi tambahan biaya produksi.

Categories: Akuntansi Biaya