Sponsors Link

6 Tujuan Akuntansi Biaya bagi Perusahaan

Sponsors Link

Bidang-bidang akuntansi terdiri dari beberapa jenis, salah satunya di antaranya yaitu akuntansi biaya. Proses dan prinsip akuntansi biaya tidak jauh berbeda dengan akuntansi keuangan. Produknya pun sama yaitu menghasilkan informasi berupa laporan keuangan. Namun jika dibandingkan dengan akuntansi keuangan, ada yang berbeda dengan akuntansi biaya. Laporan akuntansi biaya berisi biaya-biaya dalam proses produksi sebuah perusahaan. Karena itulah, pengguna akuntansi biaya ini mayoritas perusahaan manufaktur yang memiliki proses produksi di dalam kegiatan usahanya.

ads

Baca juga artikel terkait :

Akuntansi biaya merupakan bidang akuntansi yang berkaitan dengan pengelolaan biaya perusahaan, baik biaya yang sudah terjadi (beban) atau pun biaya yang masih akan terjadi (estimasi). Fungsi akuntansi biaya ini sebagai alat perencanaan, pengawasan serta pengendalian biaya-biaya terkait kegiatan operasional perusahaan. Akuntansi biaya ini juga yang menghitung harga pokok suatu produk yang dihasilkan perusahaan. Untuk kemudian dijual di atas harga pokoknya agar diperoleh keuntungan.

ads

Dalam 1 produk yang dihasilkan perusahaan manufaktur mengandung banyak jenis biaya, seperti biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, overhead pabrik, biaya promosi, dan sebagainya. Semua biaya tersebut terserap dalam produk dan harus dihitung dengan rinci dan tepat. Oleh karena itu, biaya harus dikendalikan. Gunanya agar tidak terjadi pemakaian dana perusahaan yang terlalu besar (over budget) sehingga tidak menghasilkan laba secara maksimal atau malah mengakibatkan kerugian. Maka di sinilah tujuan akuntansi biaya. Dan berikut penjelasan detailnya.

Baca juga artikel terkait :

Maka secara global, tujuan dari Akuntansi Biaya adalah untuk memberikan informasi yang tepat dan akurat terkait biaya-biaya kepada manajemen perusahaan, sehingga mereka dapat mengelola perusahaan secara efektif dan efisien. Dan secara rinci, para manajer perusahaan menggunakan akuntansi biaya ini adalah untuk hal-hal berikut :

1. Perencanaan

Umumnya sebuah perusahaan akan membuat daftar anggaran yang akan digunakan untuk menjalankan operasional perusahaan. Hal itu dilakukan untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan. Maka para manajer akan membuat estimasi biaya yang dikeluarkan dan pendapatan yang ingin diperoleh.

Dasar yang digunakan dalam estimasi biaya adalah data historis, akan tetapi pihak manajemen juga mempertimbangkan faktor-faktor lain yang diprediksi akan memengaruhi biaya. Seperti berapa dan apa saja bahan baku yang dibutuhkan untuk membuat suatu produk, berapa tenaga kerja yang diperlukan, teknologi apa yang digunakan, bagaimana kegiatan promosinya jika produk telah siap dijual dan dipasarkan, dan sebagainya. Perencanaan tersebut bisa berupa perencanaan jangka pendek maupun jangka panjang. Dan perencanaan semacam itu perlu dibuat secara rinci berikut estimasi biaya yang harus dikeluarkan untuk memenuhi poin-poin perencanaan tersebut. Karena itulah akuntansi biaya menjadi perlu dan penting untuk membantu para manajer menyelesaikan tugas perencanaan operasional perusahaan tersebut.

Baca juga artikel terkait :

Sponsors Link

2. Penetapan Harga

Jika produk telah selesai diproses, maka ia telah menjadi barang jadi dan siap dijual. Langkah selanjutnya adalah menetapkan harga jual produk tersebut. Pertimbangan yang baik bagi seorang manajer dalam menentukan harga sebuah produk adalah dengan menghitung nilai balik modal atas semua biaya yang telah dikeluarkan. Inilah yang disebut dengan harga pokok produk. Selain nilai harga pokok, manajer juga penting untuk menambahkan sejumlah persentase laba yang diinginkan perusahaan ke dalam produk tersebut. Jika sudah dihitung harga pokok ditambah keuntungan yang diinginkan, jadilah sebuah harga jual produk.

Proses panjang itulah yang menjadikan akuntansi biaya perlu dan penting untuk diaplikasikan pada perusahaan manufaktur.

3. Penentuan Laba

Dalam penetapan harga jual produk harus mempertimbangkan berapa laba yang diinginkan. Cara menentukan laba adalah dengan mengumpulkan dan menghitung semua biaya produksi yang dikeluarkan perusahaan untuk menghasilkan sebuah produk dan menyandingkannya dengan biaya-biaya yang lain (non produksi). Dengan begitu manajer akan dapat menentukan laba yang tepat bagi sebuah produk.

Kegiatan di atas tentu membutuhkan akuntansi biaya. Dan penentuan laba ini tidak hanya dapat digunakan oleh perusahaan pada top level management saja, melainkan juga dapat dipakai untuk pelaporan biaya pada segmen dan lini produk.

Baca juga artikel terkait :

4. Pengawasan

Tahap pengawasan ini merupakan tahap pemantauan terhadap aplikasi anggaran atau pelaksanaan dari rencana yang telah disusun sebelumnya. Hal ini perlu agar dapat dilakukan evaluasi serta perbandingan antara anggaran dengan kenyataan yang terjadi. Apakah anggaran yang telah disusun sudah dilaksanakan dengan benar dan sesuai dengan perencanaan semula atau tidak.

Selanjutnya pihak manajemen akan memonitor atau mengawasi apakah biaya yang terjadi sesuai dengan perencanaan biaya. Jika terjadi penyimpangan yaitu terdapat selisih antara biaya sesungguhnya dengan perencanaan biaya, maka manajemen akan melakukan analisa penyebab terjadinya penyimpangan tersebut. Kemudian mempertimbangkan dan menentukan tindakan evaluasi serta koreksi yang memang perlu dilakukan.

Selain itu, tahap pengawasan ini juga meliputi pengawasan terhadap kinerja divisi-divisi perusahaan terkait. Karenanya jika perencanaan telah dijalankan, maka kinerja masing-masing bagian atau divisi perusahaan dapat dinilai (fungsi pengawasan), termasuk divisi biaya.

Baca juga artikel :

5. Pengendalian Biaya

Akuntansi biaya digunakan untuk menghitung biaya yang dikeluarkan dan membandingkannya dengan biaya estimasi pada anggaran. Hal inilah yang disebut dengan kegiatan pengendalian biaya. Selain membandingkan dengan biaya estimasi, pengendalian biaya juga dapat dilakukan melalui menyandingkan pengeluaran biaya periode berjalan dengan pengeluaran biaya periode sebelumnya. Gunanya agar tidak terjadi pemborosan biaya atau over budget, maupun terjadi kekurangan biaya atau less budget. Kedua kondisi tersebut sama-sama tidak efektif bagi sebuah produk maupun perusahaan. Yaitu over budget bisa menyebabkan perolehan laba yang tidak maksimal, sedangkan less budget bisa dimungkinkan produksi tidak berjalan secara maksimal dalam hal kualitas karena budget yang minim.

Karena itu, dalam poin pengendalian ini dilakukan juga pengurangan biaya perusahaan yang tidak perlu dan menetapkan metode perhitungan biaya paling sesuai. Sehingga hal itu memungkinkan terjadinya perbaikan kualitas pengendalian (biaya) operasional perusahaan.

6. Pengambilan Keputusan

Dari semua penjelasan kelima poin di atas, akuntansi biaya digunakan manajer untuk proses pengambilan keputusannya dalam hal poin-poin terkait. Akuntansi biaya difungsikan untuk dapat memilih dan menentukan berbagai alternatif atau opsi dalam pengambilan keputusan. Contoh, menentukan laba yang diinginkan, menetapkan tingkat harga yang sesuai dan pantas berikut mengandung laba yang diinginkan, mengambil keputusan ketika perusahaan mengalami kerugian, memilih dan menentukan sistem dan prosedur terbaik untuk menaikkan pendapatan atau menurunkan biaya, mengurangi biaya yang tidak perlu, dan sebagainya. Semua hal tersebut dapat dicapai dengan memakai informasi biaya yang ada. Dan perusahaan dapat mengambil keputusan-keputusan tersebut yang bersifat jangka pendek maupun jangka panjang.

Pengambilan keputusan ini pun dapat bersifat khusus misalnya menyangkut masa depan perusahaan ketika mengalami kerugian secara berturut-turut, terjadi bencana alam, dan sebagainya. Oleh karena itu, informasi yang relevan dengan pengambilan keputusan khusus dapat disajikan melalui akuntansi biaya.

Baca juga artikel :

Sponsors Link

Fungsi Akuntansi Biaya

Akuntansi biaya memiliki sistem dan prosedur meliputi kegiatan mengumpulkan, menganalisa, mencatat, mengklasifikasi, penentuan standar, estimasi, membandingkan, melaporkan dan merekomendasikan semua data biaya. Biaya tersebut adalah biaya produksi maupun non produksi perusahaan manufaktur. Dari prosedur tersebut kemudian disajikan dalam bentuk laporan biaya pada periode akuntansi tertentu. Karena itulah fungsi dari akuntansi biaya ini adalah sebagai berikut :

  • Menyediakan berbagai data biaya yang diperlukan sebagai dasar dalam perencanaan maupun pengendalian operasional perusahaan
  • Membantu penyusunan anggaran operasional perusahaan
  • Menetapkan sistem, metode, prosedur terkait pengendalian, perbaikan, dan pengurangan biaya atau anggaran
  • Mengembangkan sistem dan analisa biaya dalam penetapan harga pokok produk
  • Melakukan analisa, evaluasi serta perbaikan biaya jika terjadi penyimpangan (biaya yang terjadi tidak sesuai dengan anggaran)
  • Menyediakan data-data yang berhubungan dengan biaya untuk proses pengambilan keputusan manajemen
  • Menyusun laporan biaya yang terjadi pada periode tertentu

Baca juga artikel terkait :

Berdasarkan fungsi di atas, maka akuntansi biaya mempunyai tujuan utama dalam hal perencanaan, pengelolaan serta pengendalian biaya operasional perusahaan. Selain itu, akuntansi biaya juga bermanfaat untuk membantu manajemen dalam melaksanakan kebijakan-kebijakan perusahaan dan membandingkan estimasi (perkiraan) yang telah ditentukan sebelumnya dengan hasil aktual biaya-biaya. Hal itu dimaksudkan agar setiap kebijakan yang diambil oleh perusahaan dapat dinilai, dievaluasi dan diperbaiki (bila perlu) untuk masa yang akan datang.

Itulah tadi uraian penjelasan tentang tujuan akuntansi biaya yang sangat penting bagi manajer perusahaan menjalankan tugasnya dalam proses pengambilan keputusan.

Sponsors Link
, , , , ,
Oleh :
Kategori : Akuntansi Biaya