X

Jenis Jenis Bunga Kredit – Pengertian, Rumus, Contoh dan Cara Hitung

Peran utama lembaga keuangan bank dan non-bank dalam menyalurkan kredit atau pinjaman kepada nasabah umumnya menerapkan sistem bunga kredit untuk mendapat keuntungan. Tidak hanya bank, jenis jenis reksa dana tertentu juga menerapkan bunga tertentu. Pengetahuan tentang cara menghitung suku bunga itu penting karena pinjaman uang ke bank atau lembaga keuangan lainnya selalu dibebani bunga. Bunga tidak hanya berupa total pembayaran dikurangi dengan jumlah pinjaman. Cara menghitung bunga dapat memengaruhi nilai total pinjaman karena setiap kredit memiliki tipe bunga sendiri. Berikut ini beberapa jenis bunga yang biasa diterapkan oleh lembaga keuangan.

Bunga Flat

Bunga flat yaitu sistem perhitungan suku bunga yang besarannya berpatokan utang awal pokok. Cara perhitungan bunga flat  biasanya dipakai untuk kredit barang konsumsi atau kredit tanpa agunan. Jika suatu kredit atau cicilan memakai jumlah angsuran yang tetap jenis bunga yang dipakai adalah flat atau rata. Nilai plafon pinjaman dan bunganya dihitung secara seimbang sesuai dengan jangka waktu atau tenor pinjaman. Rasio likuiditas dan rasio profitabilitas atau rasio rentabilitas juga memengaruhi perhitungan bunga tetap. Contoh cara penghitungan bunga flat berikut ini.

Bambang mengajukan KTA sebesar Rp 150 juta dengan masa kredit selama 12 bulan. Kredit dikenakan bunga pinjaman sebesar 10% per tahun secara flat. Berapa angsuran yang harus dibayar Bambang setiap bulan?

Jawaban:

Pokok pinjaman: Rp150.000.000
Bunga per tahun: 10%
Tenor pinjaman: 12 bulan

Cicilan pokok: Rp150.000.000 : 12 bulan = Rp15.000.000/bulan

Bunga: (Rp150.000.000 x 10%) : 12 bulan = Rp1.250.000

Angsuran per bulan: Rp15.000.000 + Rp1.250.000 = Rp16.250.000

Jadi, dari pinjaman tersebut setelah dihitung dengan cara hitung bunga flat, angsuran yang harus Anda bayarkan hingga pinjaman tersebut lunas adalah Rp11.000.000 tiap bulan. Nilai angsuran ini tidak akan berubah sebab bunga yang dikenakan adalah jenis bunga flat.

Bunga Efektif

Nama lain dari bunga efektif adalah sliding rate. Jenis bunga ini biasa diterapkan pada kredit dengan jangka waktu atau tenor yang panjang. Contohnya, pengajuan kredit rumah (KPR) atau KPA untuk apartemen. Bunga efektif biasa dipakai untuk kredit jangka panjang karena tenor yang lama membuat pinjaman tidak harus terlunasi segera, sementara suku bunganya tidak terlalu besar. Suku bunga efektif biasanya lebih rendah dibandingkan bunga flat sehingga cocok untuk kredit jangka panjang.

Bunga yang lebih kecil didapatkan dari cara hitung bunga efektif yang merujuk kepada sisa pinjaman pokok dari debitur. Perhitungan bunga efektif dilihat dari jumlah utang yang belum terbayar setiap bulannya. Semakin lama nilai bunga pinjaman akan semakin rendah karena sisa pinjaman semakin berkurang. Nilai bunga yang mengecil menyebabkan angsuran setiap bulannya semakin sedikit. Perhitungan bunga efektif dilakukan setiap bulan karena sisa pinjaman semakin berkurang setiap bulannya. Berikut ini contoh soal yang menerapkan perhitungan bunga efektif.

Rasyid mengajukan kredit KPR sebesar Rp 170 juta dengan jangka waktu kredit 24 bulan dengan bunga pinjaman sebesar 10% per tahun secara efektif. Berapa besar angsuran per bulan yang harus dibayar?

Jawab:
Pokok pinjaman: Rp 240.000.000
Bunga per tahun: 10%
Tenor pinjaman: 24 bulan

Cicilan pokok
Rp240.000.000 : 24 bulan = Rp 10.000.000/bulan

Bunga bulan 1:
((Rp 240.000.000 – ((1-1) x Rp10.000.000)) x 10% : 24 = Rp 1.000.000
Cicilan bulan 1 = Rp10.000.000 + Rp1.000.000 = Rp11.000.000

Bunga bulan 2
((Rp240.000.000 – ((2-1) x Rp10.000.000)) x 10% : 24 = Rp958.333
Cicilan bulan 2 = Rp10.000.000 + Rp958.333 = Rp10.958.333

Bunga bulan 3:
((Rp 240.000.000 – ((3-1) x Rp10.000.000)) x 10% : 24 = Rp 916.667
Cicilan bulan 3 = Rp 10.000.000 + Rp 916.667 = Rp10.916.667

Dan seterusnya hingga…

Bunga bulan 24:
((Rp 240.000.000 – ((24-1) x Rp10.000.000)) x 10% : 24 = Rp 41.667
Cicilan bulan 24 = Rp10.000.000 + Rp 41.667 = Rp10.041.667

Jelas terlihat adanya pengurangan nilai angsuran dari bulan pertama, bulan kedua, dan seterusnya. Penerapan bunga efektif membuat bunga semakin kecil tergantung sisa pokok pinjaman. Hasil perhitungan membuktikan bahwa bunga semakin kecil dan total angsuran semakin rendah. 

Bunga Anuitas

Perhitungan bunga anuitas berupa modifikasi dari perhitungan bunga efektif. Nilai total angsuran bunga efektif setiap bulannya berbeda. Pihak kreditur membuat cara perhitungan yang mirip dengan perhitungan bunga efektif setiap bulan, namun angsuran pokoknya berbeda. Jika pada bunga efektif angsuran pokok diperoleh dari jumlah pinjaman dibagi dengan tenor kredit, namun bunga anuitas berbeda. Angsuran pokok diperoleh dari total angsuran yang telah ditetapkan dikurangi hasil perhitungan bunga anuitas. Berikut ini contoh kasusnya.

Bono mengajukan kredit KPA sebesar Rp 240 juta dengan jangka waktu kredit 24 bulan dengan bunga pinjaman sebesar 10% per tahun secara anuitas. Berapa besar angsuran per bulan yang harus dibayar?

Jawab:
Pokok pinjaman: Rp 240.000.000
Bunga per tahun: 10%
Tenor pinjaman: 24 bulan

Cicilan pokok:
= Rp10.000.000

Saat menghitung bunga anuitas, pokok pinjaman yang terpakai pada bulan ini harus diperhatikan untuk menyisakan sisa pokok tabungan untuk menghitung bunga untuk bulan berikutnya. Terlihat bahwa suku bunganya sama dengan bunga efektif dengan cara perhitungan bunga anuitas yang berbeda dan hasilnya juga berbeda.

Ketiga jenis bunga yang telah dijelaskan perhitungannya menerapkan sistem bunga tetap atau fixed.  Ketahuilah bunga yang dikenakan nantinya termasuk jenis tetap atau mengambang (floating).

Bunga Tetap

Bunga tetap adalah bunga yang dikenakan kepada kreditur dalam tenor kredit yang tidak berubah-ubah. Persentase bunga tetap selalu sama dari awal pinjaman hingga pelunasan tagihan. Contohnya, pada pinjaman ditetapkan suku bunga sebesar 10 persen. Angka tersebut terus dipakai sampai pinjaman berakhir. Jenis  bunga tetap bisa dihitung dengan cara bunga fix, efektif, hingga anuitas. Pemakaian bunga memiliki kelemahan dan keunggulan. Keunggulannya, jika ada kenaikan suku bunga pasar, pinjaman tidak akan terpengaruh sebab bunganya telah ditetapkan. Kelemahannya, jika bunga pasar turun, pinjaman juga tidak akan terkena pengurangan persentase bunga. Fungsi akuntansi keuangan terasa dalam perhitungan bunga ini. Berikut ini contoh kasusnya.

Dina mengajukan kredit KPR sebesar Rp 500 juta dengan jangka waktu kredit 12 bulan dengan bunga pinjaman sebesar 10% secara fixed 3 tahun per tahun efektif. Berapa besar angsuran per bulan yang harus dibayar Dina?

Jawab:
Pokok pinjaman: Rp500.000.000
Bunga per tahun: 10%
Tenor pinjaman: 36 bulan

Cicilan pokok:
Rp500.000.000 : 36 = Rp13.888.889
Bunga bulan 1:
((500.000.000 – ((1-1) x 13.888.889)) x 10% : 12  = Rp4.166.667
Maka, cicilan bulan ke 1 = 13.888.889 + 4.166.667 Rp18.055.556

Bunga bulan 2:
((500.000.000 – ((2-1) x 13.888.889)) x 10% : 12  = Rp4.050.926
Maka, cicilan bulan ke 2 = 13.888.889 + 4.050.926 = Rp17.939.815

Bunga bulan 3:
((500.000.000 – ((3-1) x 13.888.889)) x 10% : 12  = Rp3.395.185
Maka, cicilan bulan ke 3 = 13.888.889 + 3.395.185= Rp17.824.074

Dan seterusnya, hingga…

Bunga bulan 36:
((500.000.000 – ((36-1) x 13.888.889)) x 10% : 12  = Rp115.741
Maka, cicilan bulan ke 36 = 13.888.889 + 115.741 = Rp14.004.630

Terlihat bahwa besaran bunga dari bulan 1 sampai bulan 36 sama besar yaitu sebesar 10%.

Bunga Mengambang

Jenis bunga mengambang sangat dipengaruhi oleh pergerakan kondisi pasar sehingga kesepakatan di awal tidak berpengaruh. Jika persentase bunga pasaran menurun, bunga pinjaman juga turun. Sebaliknya, jika suku bunga pasar naik, maka pinjaman akan dibebankan bunga yang lebih tinggi, sesuai dengan dinamika pasar. Perhitungan bunga mengambang dengan cara bunga efektif atau anuitas. Perbedaanya terletak pada persentase bunga dari bulan ke bulan sesuai hakikat akuntansi. Berikut contoh perhitungan dengan angka yang sama dengan contoh perhitungan bunga efektif. Cara perhitungannya tidak berubah, namun persentase bulan kedua dibedakan. Manfaat akuntansi perusahaan dan pemerintah tidak berlaku untuk hal ini. Berikut ini contoh kasusnya.

Nadia mengajukan kredit KPR sebesar Rp500 juta dengan jangka waktu kredit 12 bulan dengan bunga pinjaman sebesar 10% secara fixed 3 tahun per tahun efektif. Sisanya adalah floating rate hingga tenor pinjaman berakhir. Berapa besar angsuran per bulan yang harus dibayar Nadia selama periode floating tersebut?

Asumsi bahwa besaran bunga dari bulan 1 sampai bulan ke 36 sama yakni sebesar 10%. Sedangkan untuk tahun ke 4 sampai ke 7 sebesar 12%, dan di tahun ke 8 hingga tenor selesai dikenakan bunga sebesar 14%.

Tenor tahun ke-4 sampai tahun ke-7 (bulan ke 37 hingga bulan ke 84)

Jawab:
Pokok pinjaman: Rp 500.000.000
Bunga per tahun: 10%
Tenor pinjaman: 48 bulan (bulan ke 37 hingga bulan ke 84)

Cicilan pokok:
500.000.000 : 48 =  Rp10.416.667

Bunga bulan 37:
((500.000.000 – ((1-1) x 10.416.667)) x 10% : 12  = Rp4.166.667
Cicilan bulan ke 37 = 10.416.667 + 4.166.667 = Rp14.583.333

Bunga bulan 38:
((500.000.000 – ((2-1) x 10.416.667)) x 10% : 12  = Rp4.079.861
Cicilan bulan ke 2 = 10.416.667 + 4.079.861 = Rp14.496.528

Dan seterusnya hingga…

Bunga bulan 84:
((500.000.000 – ((48-1) x 10.416.667)) x 10% : 12  = Rp86.806
Cicilan bulan ke 36 = 10.416.667 + 86.806= Rp10.503.472

Tenor tahun ke-8 sampai tahun ke-10 (bulan ke 85 hingga bulan ke 120)

Jawab:
Pokok pinjaman: Rp500.000.000
Bunga per tahun: 10%
Tenor pinjaman: 36 bulan (bulan ke 85 hingga bulan ke 120)

Cicilan pokok:
500.000.000 : 36 = Rp13.888.889

Bunga bulan 85:
((500.000.000 – ((1-1) x 13.888.889)) x 10% : 12  = Rp4.166.667
Cicilan bulan ke 1 = 13.888.889 + 4.166.667 = Rp18.055.556
Bunga bulan 86:
((500.000.000 – ((2-1) x 13.888.889)) x 10% : 12  = Rp4.050.926
Cicilan bulan ke 2 = 13.888.889 + 4.050.926 = Rp17.939.815
Dan seterusnya hingga…

Bunga bulan 120:
((500.000.000 – ((36-1) x 13.888.889)) x 10% : 12  = Rp115.741
Cicilan bulan ke 36 = 13.888.889 + 115.741Rp14.004.630

Pinjaman yang menerapkan bunga mengambang menguntungkan jika kondisi suku bunga di pasar turun sehingga bunga yang dibebankan berkurang. Hal ini akan merugikan jika ada kenaikan suku bunga di pasar. Ketahui tentang pengertian modal dan jenis jenis modal untuk memperkaya pengetahuan. Sebelum menyetujui pinjaman yang ditawarkan pihak bank, mintalah pihak bank untuk memberikan simulasi pembayaran kredit dari awal hingga akhir. Besaran angsuran per bulan yang harus dibayarkan dan berapa total bunga yang dikenakan dari pokok pinjaman yang diajukan juga akan terlihat. Kriteria uang menurut para ahli juga harus diperhatikan.

Sebelum mengajukan pinjaman kepada lembaga keuangan terutama bank harus meminta simulasi perhitungan bunga dan angsuran agar tidak terjadi salah paham atau kesalahan yang memberatkan dalam proses pelunasan pinjaman tersebut. Tujuan akuntansi sektor publik tidak berlaku dalam hal ini.

Categories: Akuntansi Kas Bank