Sponsors Link

Contoh Soal LIFO dan Jawabannya Terlengkap

Sponsors Link

Last In First Out (LIFO) dalam pengertian akuntansi adalah barang yang terakhir masuk dijual lebih dahulu. Metode ini membuat Harga Pokok Penjualan (HPP) menjadi tidak realistis karena biaya yang dibebankan memakai biaya dari pembelian terakhir tanpa memperhitungkan kemungkinan barang dagang yang dijual bercampur dengan persediaan barang lama yang berbeda harga. Pelajari contoh soal siklus akuntansi perusahaan dagang metode periodik. Berikut ini contoh soal LIFO dan jawabannya.

ads

PD  Jaya menjual beras pada April 2014 dengan persediaan sejumlah 1 kwintal (100 kg) beras seharga Rp 300.000. Beberapa transaksi yang terlihat pada buku catatan PD Jaya sebagai berikut:

Waktu Jenis Transaksi Kuantitas Harga Per Unit Jumlah
1/4 Penjualan 40 4.500 180.000
10/4 Pembelian 30 3.100 93.000
11/4 Penjualan 66 4.650 302.000
20/4 Pembelian 25 3.200 80.000
25/4 Pembelian 40 3.250 130.000
30/4 Penjualan 25 4.875 121.875
Berikut ini rangkuman transaksi yang terjadi
Total Pembelian 95 303.000
Total Penjualan 130 604.000

Saldo awal adalah 60 kg dengan unit cost Rp 3.000, di mana pembelian sebanyak 30 kg dengan harga Rp 3.100 per kg. Jadi, total pembelian sebesar Rp 93.000 sebanyak 65 kg, harga per unit mana yang digunakan?

Dengan konsep LIFO didapatkan hasil:

30 kg x Rp 3.100 = Rp   93.000

35 kg x Rp 3.000 = Rp 105.000

————— (+)

Total COGS =  Rp 198.000

COGS adalah total penjualan. Jadi total penjualan yang dihasilkan sebesar Rp 198.000

Akuntansi perpajakan adalah salah satu jenis jenis akuntansi yang dapat memainkan Harga Pokok Penjualan (HPP) yang sangat vital pengaruhnya dalam nominal perhitungan pajak dan pencatatan transaksi keuangan. Nilai besar kecilnya PPh yang akan ditanggung dipengaruhii oleh besaran HPP. Dengan angka penjualan yang sama, HPP akan semakin besar. Dengan demikian, laba yang diperoleh semakin kecil dan sudah tentu pajak yang harus ditanggung akan semakin kecil juga. Beberapa hal yang perlu untuk diperhatikan antara lain Freight, yaitu elemen pembentuk HPP sehingga pengakuan biaya, diskon, dan retur pembelian harus sesuai.

Potongan harga (diskon) harus dihitung dengan semestinya sesuai prinsip prinsip akuntansi. Jika lupa menghitung potongan harga, akibatnya adalah pembebanan HPP menjadi lebih tinggi dari semestinya. HPP yang lebih tinggi akan mengakibatkan pajak yang dibayarkan lebih rendah. Jika kesalahan ini diketahui oleh petugas pajak, hal ini menjadi koreksi ketika pemeriksaan.

Sponsors Link

Kesimpulannya adalah metode LIFO menghasilkan HPP yang paling tinggi karena harga pembelian akan terus meningkat. Dalam konsep LIFO, biaya unit yang digunakan sebagai dasar perhitungan HPP merupakan harga pembelian yang terkini atau terbaru (most recent). Hampir tidak pernah ada kejadian sebuah harga mengalami penurunan. Inflasi atau kenaikan harga yang kerap terjadi di banyak negara, bukan deflasi. (baca: persamaan dasar akuntansi)

Metode LIFO digunakan selama periode inflasi atau kenaikan harga-harga sehingga hasilnya adalah kebalikan dengan dua metode yang lain sesuai hakikat akuntansi. Biaya perolehan unit terakhir kurang lebih sama dengan biaya penggantinya. Dalam periode inflasi, biaya unit yang lebih baru akan lebih tinggi dibandingkan dengan harga unit yang lebih awal. Oleh karena itu, metode LIFO hampir berhasil membandingkan biaya saat ini dengan pendapatan saat ini (matching current costs against current revenues) dalam bidang bidang akuntansi.

baca: contoh soal siklus akuntansi perusahaan dagang metode perpetual, contoh profesi akuntan publik, macam macam profesi dalam akuntansi

Sponsors Link
, , ,
Oleh :
Kategori : Dasar Akuntansi