Sponsors Link

Pengertian Aset Tetap Berwujud dan Tidak Berwujud

Sponsors Link

Aset merupakan hal terpenting dalam sebuah perusahaan. Aset adalah salah satu akun dalam sebuah laporan keuangan. Aset terbagi menjadi dua yaitu aset lancar dan aset tetap. Pembagian aset ini tergantung dari likuiditas aset tersebut. Saya akan membahas sedikit tentang likuiditas, disini disebutkan likuiditas sangat penting bagi sebuah perusahaan. Sehingga aset terbagi berdasarkan likuiditas tersebut.

ads

Likuiditas disini memiliki arti estimasi kelancaran aset menurut perusahaan. Jadi aset yang dimiliki perusahaan dibagi berdasarkan mudah atau sulitnya di “cairkan”. Kembali ke pembagian aset tadi, untuk aset lancar dapat diartikan jika aset-aset tersebut memiliki likuiditas tinggi. Seperti contoh misalnya kas, akun bank, persediaan barng dagang dan lain sebagainya. Untuk aset tetap akan saya jelaskan dalam beberapa bab di bawah ini. (Baca juga : transaksi bisnis perusahaan)

Pengertian aset tetap dalam akuntansi

Menurut beberapa ahli dan standar akuntansi aset tetap adalah:

  • Sofyan safri

Aset tetap adalah aset suatu entitas yang menjadi hak milik perusahaan yang digunakan untuk memproduksi (menghasilkan) barang atau jasa entitas bisnis. Dan digunakan secara teru menerus. (baca juga: pengertian kas kecil)

  • Gatot supriyanto

Aset tetap adalah harta kekayaan atau sumber daya entitas (perusahaan yang didapatkan dan dikuasai dari hasil kegiatan ekonomi pada masa lalu. Biasanya aset tetap digunakan dalam menjalankan aktifitas operasional usaha perusahaan untuk memproduksi barang dan jasa. (baca juga : jenis-jenis akuntansi)

  • PSAK

Aktiva tetap (aset tetap adalah aset yang berwujud yang didapatkan/ diperoleh dengan kondisi siap pakai maupun dibangun terlebih dahulu dan digunakan dalam aktifitas operasional perusahaan, tidak ditujukan dijual kembali dalam rangka aktivitas normal perusahaan serta memiliki manfaat ekonomi lebih dari satu tahun buku. (baca juga: pengelolaan kas kecil perusahaan)

Dari ketiga pengertian tersebut dapat di rumuskan menjadi beberapa karakteristik yang melekat pada aset tetap yaitu:

  • Digunakan untuk memproduksi
  • Ada wujud fisiknya
  • Memiliki manfaat ekonomi lebih dari satu tahun
  • Tidak untuk di perjual-belikan
  • Dikuasai dari hasil kegiatan ekonomi pada masalalu
  • Digunakan terus menerus
  • Di dapatkan / diperoleh dengan kondisi siap pakai maupun dibangun terlebih dahulu

Jadi kesimpulannya aset tetap adalah semua aset yang masuk kriteria tersebut. Contoh aset tetap yaitu tanah dan bangunan yang bukan merupakan barang dagangan perusahaan, mesin pabrik yang bukan barang dagangan juga tentunya. Kenapa saya disini menuliskan bukan barang dagangan? Ingat! Aset tetap memiliki karakteristik dapat memproduksi barang dan jasa namun tidak untuk diperjual belikan.

Seperti contoh misalnya sebuah tanah dan bangunan jika itu diperdagangakan seperti perusahaan real estate itu bukan aset tetap. Karena aset tersebut adalah barang dagangan. Namun bukannya tidak diperbolehkan menjual aset tetap, jika perusahaan memerlukan aset tetap sendiri bisa diperjual belikan seperti aset lainnya. Tapi pada saat pembelian niat dari pihak manajemen sangat berpengaruh pada penetapan status aset tersebut menjadi aset tetap atau lancar. (baca juga: cara membuat neraca keuangan)

Sponsors Link

Akun-akun yang tergolong aset tetap

Aset tetap yang memenuhi kriteria aset tetap itu sendiri sebenarnya tiap perusahaan memiliki beberapa prosedur untuk menentukan aset tetap. Dan memiliki klasifikasi sendiri untuk memasukkan akun tersebut menjadi akun aset tetap atau tidak. Berikut saya share klasifikasi aset tetap menurut standart yang sudah biasa digunakan. Saya sengaja membagi menjadi 2 agar lebih mudah dipahami. (baca juga: jenis-jenis piutang dalam akuntansi)

1. Berwujud

Aset tetap berwujud merupakan aset yang lumrah kita lihat dibeberapa perusahaan. Karena beberapa aset ini juga sudah dimiliki dan semua perusahaan sepertinya memang harus memiliki beberapa aset ini. karena memang aset ini sangat dibutuhkan oleh beberapa perusahaan. Berikut beberapa aset tetap berwujud. (baca juga: fungsi buku besar dalam akuntansi)

  • Peralatan kantor : Contoh dari akun ini yaitu komputer, alat hitung dan lain-lain. Yang memiliki nilai ekonomi satu tahun.
  • Alat pengangkutan : Contoh dari akun ini yaitu mobil yang biasa digunakan untuk bertransaksi barang ataupun jasa.
  • Gedung : Biasanya beberapa perusahaan mengklasifikasikan gedung kantor untuk aset ini.
  • Tanah : Karena tanah dan bangunan berbeda klasifikasinya. Maka tanah dan bangunan tidak digabung menjadi satu Karena tanah tidak dapat disusutkan sedangkan tanah dapat disusutkan
  • Mesin : Mesin pabrik yang dibeli dan beberapa ongkos pemeliharaannya di masukkan dalam satu akun ini.

2. Tidak berwujud

Berbeda dengan aset berwujud yang dapat dilihat dengan kasat mata. Aset tidak berwujud ini tidak dapat dilihat dengan kasat mata. Untuk melihatnya diperluka survey kepada para calon pelanggan.

  • Nama baik perusahaan : Nama baik perusahaan sangat dibutuhkan dalam keberlangsungan perusahaan tersebut. Maka dari itu nama baik perusahaan dimasukkan sebagai aset tak berwujud.
  • Hak paten : Hak paten merupakan pokok dari keberlangsungan produksi perusahaan itu sendiri dan modal itu dapat di akui sebagai aset perusahaan.
  • Hak cipta : Izin yang paling diwajibkan dalam perusahaan yaitu hak cipta. Karna jika tidak ada hak cipta maka inovasi produk kita tidak aman. Ada kemungkinan untuk di plagiasi oleh pihak pesaing.
  • Merk dagang : Seperti halnya aset tetap tidak berwujud lainnya merk dagang di tempatkan sebagai aset tetap karna sangat penting bagi proses produksi barang dalam perusahaan.

Penilaian aset tetap

Seperti yang saya sebutkan diatas aset tetap memiliki sumber dari pembangunan sendiri, pembelian dan lain-lain. Sebetulnya penilaian aset tetap cukup mudah, dengan menambah beberapa biaya perolehan aset tetap itu sendiri. Namun aset tetap memiliki karakter memiliki nilai manfaat lebih dari satu tahun buku ini yang menyebabkan aset tetap haru di hitung penyusutannya. Maka dari itu untuk penilaian aset tetap saya golongkan menjadi dua golongan. (baca juga : sistem pencatatan kas kecil)

Penilaian aset tetap pada awal tahun perolehan

Pada awal tahun perolehan perusahaan harus memasukkan semua unsur biaya yang melekat pada aset tetap tersebut pada saat perolehan. Untuk memudahkan pembaca sumber-sumber aset tetap saya golongkan menjadi lima berikut penggolongannya dan penjelasannya. (baca juga: hakikat akuntansi)

  • Aset tetap yang diperoleh dalam bentuk siap pakai (pembelian)

Aset tetap yang diperoleh dalam bentuk siap pakai ini dapat dikatakan diperoleh dengan cara pembelian. Aset yang diperoleh dengan cara dibeli ini sangat mudah menentukan nilai yang terkandung dalam aset tersebut. Yaitu dengan menambahkan semua biaya yang melekat pada aset tersebut. Contohnya jika kita membeli mobil untuk aset tetap perusahaan pada saat pembelian pasti kita dikenakan harga pembelian ditambahn ppn dan biaya baliknama. Nah dalam nilai buku aset kita diwajibkan untuk memasukkan ketiga unsur biaya tersebut. Bukan hanya memasukkan harga aset tetap itu sendiri. Hal ini dilakukan agar nilai dari aset tetap tersebut bersifat real, bukan hanya harga pasar saja yang dapat membingungkan dalam pelaporan keuangan. (baca juga: dasar-dasar akuntansi)

  • Aset tetap yang dibangun sendiri

Seperti halnya aset tetap yang dibeli, aset yang di peroleh dengan cara membangun sendiri ini juga harus memasukkan semua biaya dalam aktivitas pembangunan tersebut. Mulai dari pembelian bahan material, upah pekerja sampai biaya-biaya lain yang diwajibkan untuk di bayar. Seperti biaya pengurusan Ijin Mendirikan Bangunan, biaya transportasi material maupun pekerja, dan lain-lain. Pokoknya semua biaya yang ditujukan untuk aktivitas pembangunan harus dimasukkan sebagai biaya material. (baca juga : harga pokok produksi)

  • Aset tetap yang berasal dari sumbangan

Jika aset tetap berasal dari sumbangan maka pencatatan nilainya tidak langsung di tulis nihil. Untuk memenuhi kriteria aset tetap yang memiliki nilai yang materiil maka aset yang diperoleh dari sumbangan harus tetap di catat nilai dari aset tetap tersebut. Meskipun pihak manajemen tidak mengeluarkan biaya apapun. Untuk aset tetap yang diperoleh dari sumbangan dapat mencatat harga pasar aset tersebut. Nantinya harga pasar tersebut sebagai dasar pencatatan pendapatan lain-lain perusahaan yang berwujud aset tetap. (baca juga: unsur-unsur laporan keuangan)

  • Aset tetap yang diperoleh dari pertukaran aktiva non tunai

Aktiva non tunai ini dapat dicontohkan sebagai piutang. Dalam beberapa kasus perusahaan yang tidak dapat membayarkan hutangnya biasanya menjaminkan aset tetap yang ia miliki. Jika aset tetap tersebut sudah milik perusahaan debitur maka perusahaan debitur secara otomatis memasukkan beberapa biaya yang melekat pada aset tetap tersebut menjadi nilai perolehan ditambah piutang yang dihapus dari adanya transaksi pertukaran aktiva non tunai tersebut.

Contohnya PT. A memiliki hutang pada PT. B dan menjaminkan tanah dan bangunan gudangnya. Pada waktu berjalan PT. A tidak dapat membayar dan PT. B berhak atas tanah dan bangunan gudang tersebut. Terjadilah transaksi penyerahan yang harus membayar notaris dan membayar BPHTB yang di tanggung PT. B. Maka nilai dari tanah dan bangunan gedung tersebut ialah nilai hutang PT. A ditambah biaya notaris dan BPHTB. (baca juga: pengelolaan kas kecil)

  • Aset tetap yang diperoleh dari patungan

Untuk kasus yang satu ini sangat langka terjadi. Yaitu aset tersebut diperoleh dengan cara patungan dan digunakannya juga bersama-sama. Biasanya kedua pihak yang bekerjasama tersebut memiliki kepastian rasio pemakaian yang nantinya digunakan sebagai dasar penghitungan biaya yang harus dibayarkan. Dan nilai tersebut dituangkan dalam butir-butir perjanjian yang dapat digunakan sebagai dasar penghitungan nilai aset tetap. (baca juga: manfaat akuntansi manajemen)

Penghitungan aset tetap pada tahun berjalan

Aset tetap yang memproduksi barang atau jasa pasti semakin tahun semakin menurun nilainya. Namun tidak semua aset tetap mengalami hal tersebut. Contohnya tanah, tanah tidak akan mengalami penurunan nilai. Penurunan nilai yang biasa disebut penyusutan ini di hitung berdasarkan manfaat ekonomi yang di tentukan perusahaan tersebut. Untuk memudahkan penghitungan biasanya perusahaan melakukan penyusutan sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku. Nantinya penyusutan ini dimasukkan sebagai biaya yang dibebankan pada perusahaan. Penyusutan sendiri dibagi menjadi 2 metode penghitungan. (baca juga: pengertian akuntansi piutang)

  • Penyusutan saldo menurun

Metode penghitungan penyusutan saldo menurun dengan menghitung rasio sebagai dasar penyusutan. Lalu rasio tersebut di kalikan dengan nilai buku aset tetap pada tahun sebelumnya. (baca juga: metode pencatatan kas kecil)

Contoh:

Pada tahun 2000 PT. A membeli mobil seharga Rp. 100.000.000 dengan taksiran umur ekonomis 4 tahun. Maka penghitungan penyusutannya dengan cara saldo menurun yaitu:

Rasio : 1/4=0,25

Penyusutan pada tahun pertama : 100.000.000 × 0,25 = 25.000.000

Nilai buku aset pada tahun 2001 : 100.000.000 – 25.000.000 = 75.000.000

Penyusutan pada tahun kedua : 75.000.000 × 0,25  = 18.750.000

Nilai buku aset pada tahun 2002 : 75.000.000 – 18.750.000 = 56.250.000

Untuk penyusutan ditahun ke tiga dan ke empat sama dengan cara penghitungan penyusutan pada tahun ke dua namun dasar penghitungan penyusutannya di ambil dari tahun sebelumnya. (baca juga: prinsip-prinsip akuntansi)

  • Penyusut garis lurus

Untuk penghitungan pada metode garis lurus sangat berbeda dangan metode saldo menurun. Perbedaannya hanya terletak pada unsur pengalian persentase yang dilakukan pada penghitungan penyusutan. (baca juga: pengertian akuntansi biaya)

Contoh:

Pada tahun 2000 PT. A membeli mobil seharga Rp. 100.000.000 dengan taksiran umur ekonomis 4 tahun. Maka penghitungan penyusutannya dengan cara garis lurus yaitu:

Rasio : 1/4=0,25

Penyusutan pada tahun pertama : 100.000.000 × 0,25 = 25.000.000

Nilai buku aset pada tahun 2001 : 100.000.000 – 25.000.000 = 75.000.000

Penyusutan pada tahun kedua : 100.000.000 × 0,25  = 25.000.000

Nilai buku aset pada tahun 2002 : 75.000.000 – 25.000.000 = 50.000.000

Sangat berbeda kan untuk penghitungan penyusutan pada saldo menurun dan garis lurus. Nantinya penghitungan pada tahun ke 3 dan ke 4 tetap menggunakan cara yang sama dengan tahun-tahun sebelumnya. (baca juga: jenis-jenis laporan keuangan)

Sponsors Link

Penentuan harga pokok berbagai jenis aset tetap dengan cara membeli

Harga pokok berbagai jenis aset dapat dihitung dengan cara memasukkan semua pos biaya yang dikorbankan untuk aset tersebut dimasukkan dalam akumulasi biaya perolehan aset. Khususnya jika aset itu di beli perusahaan, jika perusahaan tersebut membeli aset dengan cara kredit maka otomatis ada bunga yang harus dimasukkan dalam biaya. Dan nantinya biaya tersebut masuk menjadi harga pokok aset.

Hal ini berlaku bagi aset tetap berwujud ataupun aset tetap tidak berwujud. Aset tetap tidak berwujud biasanya ada yang menjual dengan hasil risetnya juga. Maka pembelian tesebut yang dapat diakui sebagai harga pokok aset tetap tidak berwujud.

Penentuan harga pokok aset tetap dengan cara membangun sendiri

Sebetulnya tidak ada bedanya antara aset tetap yang dibeli atau di bangun sendiri. Namun jika aset tetap dibangun sendiri seringkali para pemilik perusahaan lupa untuk memasukkan biaya tenaga kerja pada biaya perolehan. Dan akhirnya biaya tenaga kerja tersebut tidak masuk menjadi biaya perolehan dan tidak tercatat dalam laporan keuangan. Untuk aset tetap yang dibangun sendiri lebih banyak pos biaya yang akan muncul. Karna menurut dosen akuntansi membeli merupakan pengganti pos yang sudah tertata rapi dalam suatu harga. Sehingga perusahaan pemilik aset tidak harus memperinci beberpa pos biaya untuk membangun aset tersebut.

Hal ini sama halnya dengan aset tetap tidak berwujud dalam IFRS disebutkan bahwa aset tetap tidak berwujud cara penghitungan harga perolehannya berdasarkan Research and Development (R&D). Biasanya perusahaan berbasis teknologi sangat erat ikatannya dengan riset dan pembangunan nama. Dan biaya yang dikeluarkan juga sangat banyak, maka dari itu semua biaya yang dikeluarkan untuk riset di catat dalam sebuah pos untuk menghindari kerugian perusahaan. Riset disini bukan hanya riset yang dilakukan pada saat sebelum aset tersebut terbangun, tapi juga riset yang dilakukan pada saat aset tersebut sudah ada.

Penyajian aset tetap di laporan keuangan

Dalam laporan keuangan aset tetap di tulis dalam neraca keuangan. Untuk melihat balance atau tidaknya laporan neraca wajib mencatatkan beberapa aset dan juga penyusutannya pada periode tersebut. hal ini dimaksutkan agar beberapa aset dapat di lihat oleh para pemilik modal dan pihak manajemen. Karna aset tetap ini sesungguhnya adalah modal paling pokok dari sebuah perusahaan. Dengan karakteristik yang dapat digolongkan sebuah barang yang mahal sangat lumrah untuk di cermati para pemilik kepentingan di perusahaan.

Demikian beberapa pengertian aset tetap. Mulai dari pengertian, cara penyusutan, beberapa akun aset tetap, cara menghitung harga pokok aset tetap dan penyajian aset tetap di laporan keuangan. Semoga dengan adanya penjelasan aset tetap ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Sponsors Link
, , , , , , ,
Oleh :
Kategori : Dasar Akuntansi