Sponsors Link

8 Konsep Dasar Akuntansi yang Paling Penting

Sponsors Link

Akuntansi merupakan ilmu yang kita butuhkan sehari-hari. Meski tak terlihat, kita kerap tak menyadarinya bahwa sebenarnya kita sudah mengaplikasikan konsep akuntansi dalam kehidupan kita. Beberapa manfaat akuntansi yang mungkin belum kita sadari secara penuh antara lain sebagai penyedia informasi pada pihak yang membutuhkan, baik itu pihak manajemen internal maupun pihak eksternal.

ads

Akuntansi juga berperan dalam memberikan manfaat laporan keuangan yang bisa digunakan sebagai bahan evaluasi bagi keseluruhan maupun pihak-pihak tertentu saja. Manfaat lainnya adalah sebagai bantuan pencatatan sederhana untuk kebutuhan skala rumah tangga.

Konsep Dasar Akuntansi

Pada dasarnya, semua ilmu memiliki konsep yang mendasari. Tanpa konsep, hal-hal besar seperti ilmu akuntansi bisa jadi tidak memiliki dasar kuat dalam ilmu dan pelaksanaannya. Beberapa konsep dasar yang melandasi ilmu akuntansi menurut Anthony, Hawkins, dan Merchant, adalah sebagai berikut.

1. Entitas Bisnis (Entity Theory)

Dalam konsep ini, perlakuan akuntansi terhadap perusahaan atau bisnis harus berbeda dengan si pemilik entitas. Kepemilikan aset dan kewajiban antara pemilik dan perusahaan tidak boleh disamakan. Menurut Suwardjono (2005), Konsep Entitas Bisnis mengandaikan bahwa sebuah perusahaan sebenarnya sama seperti manusia yang dapat melakukan perbuatan ekonomi maupun hukum. Sebagai konsekuensi, hubungan antara perusahaan dan pemilik tersebut tidak bisa di campuradukkan.

(Baca Juga: Ruang Lingkup Akuntansi)

Meski hubungannya terpisah, tetapi pemilik entitas memiliki hak dan kesempatan atas keuntungan yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut. Keuntungan tersebut disebut dengan istilah dividen. Perlu diingat bahwa laba bersih yang dihasilkan perusahaan nantinya tidak langsung mengalir ke kantong pemilik secara utuh. Ada beberapa bagian yang disebut sebagai Laba Ditahan yang berfungsi untuk memastikan operasional perusahaan tetap berlanjut.

2. Pengukuran Uang (Money Measurement Concept)

Uang merupakan alat ukur yang paling umum dan dianggap paling tepat untuk mencatat aktivitas ekonomi. Penyajian akuntansi dengan landasan moneter sebagai tolok ukur terbaik menjadikan komunikasi informasi ekonomi dari pembuat ke penerima informasi laporan tersebut lebih obyektif. Laporan akuntansi yang ditampilkan dengan satuan moneter negara setempat ini juga berfungsi sebagai dasar pengambilan keputusan berdasarkan kondisi saat ini dibandingkan dengan tujuan-tujuan perusahaan.

(Baca Juga: Macam macam Akuntansi)

Mengapa uang dijadikan sebagai standar dalam mencatat aktivitas ekonomi menurut konsep ini? Perlu kita ingat bahwa kita sudah tidak menganut sistem ekonomi barter. Uang memiliki nilai nominal yang sudah jelas, tidak seperti pengukuran nilai menggunakan barang yang sangat berpotensi miss karena sifatnya yang subjektif. Itulah mengapa uang menjadi standar penilaian pokok.

ads

3. Kelangsungan Usaha (Going Concern)

Konsep ini mempercayai adanya statement bahwa sebuah perusahaan diandaikan terus berjalan dalam waktu yang tidak ditentukan. Implikasi dari pemahaman konsep kelangsungan usaha adalah kondisi bangkrut menjadi sesuatu yang aneh dilihat dari sudut pandang konsep ini.

Perusahaan diandaikan bisa bertahan untuk selamanya dan tidak di rencanakan untuk bangkrut. Implikasi lain dari konsep kelangsungan usaha adalah perusahaan menjadi yakin untuk beroperasi dalam jangka waktu panjang sehingga mampu menyelesaikan berbagai proyek, mengumpulkan kepercayaan pemegang kepentingan, dan menjalankan berbagai programnya.

(Baca Juga: Persamaan Dasar Akuntansi)

Konsep kelangsungan usaha juga memiliki implikasi lain terhadap laporan akuntansi periodik. Karena diandaikan sebuah perusahaan tidak akan mengalami kebangkrutan (alias menghilangkan kemungkinan tak terduga yang terjadi di masa mendatang), terjadinya pemenggalan aliran kegiatan akan berdampak secara keseluruhan periode.

4. Dua Aspek Akuntansi

Konsep dua aspek akuntansi memetakan setiap transaksi dalam dua aspek. Hubungannya kepada penerimaan atas manfaat dan pemberian atas manfaat. Sebagai contoh, ketika perusahaan baru saja membeli aset baru berupa mesin produksi, aset tersebut memiliki dua aspek.

Aspek pertama adalah ketika mesin bisa memproduksi barang atau jasa yang akan dijual dan menghasilkan sejumlah uang yang disebut sebagai pendapatan perusahaan. Sedangkan aspek kedua dari aset ini adalah ketika mesin tersebut melahirkan kewajiban pembayaran bagi perusahaan yang membeli aset tersebut kepada supplier mesin.

5. Kos

Konsep ini lebih banyak digunakan ketika perusahaan hendak menentukan nilai jual sebuah aset dan mendapatkan laba dari transaksi tersebut. Karena besarnya laba harus diukur secara pasti dan meminimalisir subyektivitas pemberi nilai, digunakanlah konsep kos. Maka dalam konsep ini juga dikenal nilai wajar sebagai basis.

(Baca Juga: Dasar-dasar Akuntansi)

Contoh penggunaan konsep kos ini adalah ketika seseorang memiliki sebuah aset yang ketika ia beli nilainya Rp 75.000.000 , padahal mungkin saja nilai itu bukan nilai aslinya karena barang tersebut merupakan barang secondhand yang dulunya didapatkan dengan harga Rp 100.000.000. Maka menurut pencatatan orang tersebut, ia tetap mendapatkan sebuah aset dengan harga Rp 75.000.000.

Sponsors Link

6. Periode Akuntansi

Sebuah bisnis memang diproyeksikan akan terus berjalan sampai batas waktu tidak ditentukan, bukan berarti konsep waktu tidak penting untuk urusan akuntansi. Konsep waktu ini tetap digunakan untuk mengetahui hasil operasi sebuah perusahaan (yang kemudian disajikan dalam bentuk laporan posisi keuangan).

Pencatatan seperti ini biasanya dibuat dalam periode waktu 1 tahun kalender. Itulah mengapa, dalam akuntansi juga dikenal adanya laporan tahunan dan laporan keuangan. Tanpa periode waktu, akuntansi tidak bisa dijadikan sebagai media penilaian atas kinerja sebuah bisnis dan kita tidak bisa menilai apakah yang sudah dikerjakan telah mencapai target atau masih berada di bawah harapan.

7. Perbandingan (Matching Concept)

Konsep ini memberikan pemahaman bahwa beban diakui tidak saat pengeluaran sudah dilunasi. Beban akan diakui ketika produk – baik barang maupun jasa – sudah memberikan kontribusi pada pendapatan. Misalkan pemerintah menjual surat obligasi senilai Rp 1.000.000 dengan bunga 12% dan dibayarkan dua kali dalam setahun pada 1 Januari 2017.

Maka, pada tahun yang sama tanggal 1 Juli harus membayar bunga sebanyak Rp 60.000. Ketika dicatat dalam penjurnalan, akun nya adalah beban bunga. Karena selama 6 bulan terhitung penjualan surat obligasi sudah menikmati manfaat dari aktivitas tersebut.

(Baca Juga: Fungsi Akuntansi)

Sponsors Link

8. Upaya dan Hasil (Effort and Accomplishment)

Hampir sama dengan Konsep Perbandingan yang mengakui beban, Konsep Upaya dan Hasil mengakui adanya pendapatan sekaligus manfaatnya belum diberikan. Misalkan agen asuransi berhasil mendapatkan konsumen baru yang membayar polis langsung lunas dalam satu tahun.

Sejumlah nominal yang mewakili polis 11 bulan ke depan diakui sebagai pendapatan diterima di muka. Meski pihak asuransi belum memberikan manfaat untuk polis yang dibayar dalam waktu 11 bulan selanjutnya, tetapi pihak asuransi sudah berhak menganggap uang yang dibayarkan pemegang polis sebagai pendapatannya.

(Baca Juga: Bidang-bidang Akuntansi)

Demikian beberapa konsep dasar akuntansi yang sampai saat ini masih digunakan dalam pencatatan oleh seorang akuntan. Konsep-konsep dasar inilah yang menjadi panduan dan pegangan dalam membuat pencatatan yang tepat sekalipun dalam kenyataannya mungkin tidak ada uang real yang terjadi dalam transaksi namun akuntansi mencatat nilai dari transaksi tersebut.



Sponsors Link
, , , , ,
Oleh :
Kategori : Dasar Akuntansi