Sponsors Link

Contoh Soal Rentabilitas Ekonomi dan Jawabannya

Sponsors Link

Rentabilitas memiliki 2 cara penilaian, yaitu rentabilitas ekonomis (earning power) dan rentabilitas modal sendiri. Rentabilitas ekonomis (earning power) ialah perbandingan antara laba usaha dengan modal sendiri dan modal asing yang dipergunakan untuk menghasilkan laba tersebut dan dinyatakan dalam persentase. Unsur-unsur laporan keuangan yang berkaitan dengan rentabilitas ekonomi antara lain laba operasi dan aktiva operasi. Laba bersih operasi adalah laba yang didapatkan dari hasil aktivitas operasional perusahaan sehari-hari, yaitu penjualan setelah dikurangi semua biaya yang terjadi selama suatu periode tertentu sebelum dikenakan beban bunga dan pajak. Aktiva operasi (operating assets) menurut Bambang Riyanto (2001) adalah seluruh modal atau aktiva yang bekerja di dalam perusahaan yang berasal dari modal sendiri dan modal asing untuk menghasilkan laba. Menurut Munawir (2004 :87), operating assets adalah semua aktiva kecuali investasi jangka panjang dan aktiva-aktiva lain yang tidak dipakai dalam kegiatan atau usaha untuk memperoleh pendapatan rutin atau usaha pokok perusahaan.

ads

Para manajer akan merasa lebih mudah untuk memahami laporan keuangan dari rasio keuangan sehingga bisa mengambil keputusan yang tepat bagi masa depan perusahaan. Macam macam rasio keuangan seperti rasio likuiditas, rasio solvabilitas, dan rasio profitabilitas  akan memberikan informasi tentang kondisi keuangan perusahaan. Rasio rentabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan yang bisa dihitung dengan melihat neraca dan laba rugi. Lihatlah contoh soal akuntansi keuangan berikut.

Contoh Soal 1

Berikut neraca dan laba rugi PT Sejahtera. Hitunglah rasio rentabilitas ekonomi!

Cara membuat neraca keuangan sebagai berikut.

Aktiva Pasiva
Aktiva Lancar

Kas                                     Rp.     300.000

Piutang                              Rp.     500.000

Persediaan                        Rp.     800.000

Total aktiva lancar          Rp. 1.600.000

Aktiva Tetap

Tanah                                Rp.  500.000

Bangunan                          Rp. 250.000

Etalase                               Rp.    50.000

Total aktiva tetap            Rp. 800.000

Utang lancar                      Rp. 500.000

Utang jangka panjang      Rp. 200.000

 

Modal sendiri                     Rp. 300.000

Total aktiva                       Rp. 2.400.000 Total pasiva                        Rp. 1.000.000

Cara membuat laporan laba rugi sebagai berikut.

                     Laporan Laba Rugi
Penjualan

HPP

Laba Kotor

Biaya-biaya

Laba usaha (EBIT)

i (10%)

EBT

Tax (10%)

EAT (laba bersih)

 3.000.000

   2.500.000 –

500.000

(100.000)

400.000

(40.000) –

360.000

(36.000) –

324.000

Pengukuran rentabilitas bisa memakai dua pendekatan yang terdiri dari rentabilitas ekonomi dan rentabilitas usaha. Manajemen keuangan harus memerhatikan efisiensi dari kedua metode dan opportunity cost yang timbul dengan melihat perbandingan jumlah total aktiva dan modal sendiri.

Jawaban

Rumus = EBIT/Total Aktiva x 100%

Perhitungan Rentabilitas ekonomi berdasarkan neraca dan laporan laba rugi di atas sebagai berikut.

450.000/900.000 x 100% = 50%.

Berdasarkan perhitungan maka dapat disimpulkan perusahaan mendapatkan keuntungan 50 %.

Contoh Soal 2

Sebuah perusahaan melakukan kegiatan bisnisnya dengan jumlah modal sebesar Rp 400.000 yang terdiri dari utang Rp 200.000 dengan bunga 10% per tahun dan modal sendiri Rp 500.000. Keuntungan yang berasal dari kegiatan operasional perusahaan sebesar Rp 40.000 selama 1 tahun. Berapa besar rentabilitas ekonomis perusahaan tersebut?

Jawaban

Rentabilitas ekonomis = Laba / Modal

RE   = Rp 40.000 / Rp 200.000 x 100 %

= 20%

Semua perusahaan pada umumnya mengarahkan kegiatannya untuk mendapatkan titik R (Rentabilitas) maksimal daripada laba maksimal. Rentabilitas sebuah perusahaan yang sesuai prinsip prinsip akuntansi menunjukkan perbandingan antara laba dengan aktiva atau modal yang menghasilkan laba tersebut. Dengan adanya rasio keuangan tentu akan mempermudah pencatatan transaksi keuangan sehingga para manajer terutama manajer keuangan untuk merencanakan berbagai kegiatan  perusahaan pada masa yang akan datang.

Sponsors Link
, , , ,