Sponsors Link

Tujuan Laporan Keuangan Syariah Terlengkap

Sponsors Link

Menjadi negara dengan mayoritas beragama muslim, membuat Indonesia memiliki beberapa keunikan dalam melakukan siklus kehidupan salah satunya adalah perekonomian dan aturan bisnis yang berlaku di lingkungan masyarakat. Terlepas apakah hal tersebut menguntungkan, atau tidak namun adanya agama dan juga aturan yang berbeda dengan hukum membuat beberapa orang merasa lebih baik mengikuti sebuah aturan yang telah ditetapkan agama, salah satunya adalah ekonomi syariah.

ads

Dalam praktiknya, sekarang ini akuntansi sendiri telah dibagi menjadi dua yakni konvensional dan juga syariah. Semua yang berhubungan dengan syariah mengacu pada hukum ekonomi dan transaksi yang berlaku di agama islam. Dengan acuan Al Quran, Al Hadist, dan buku sumber lainnya yang digunakan sebagai patokan dan juga panduan dalam penjelasan ekonominya.

Laporan Keuangan Syariah

Dalam akuntansi syariah, cukup banyak hal yang melibatkan berbagai bentuk syariah salah satunya adalah laporan keuangan syariah. Laporan ini memiliki perbedaan dan unsur yang juga berbeda dengan laporan keuangan konvensional.

Baca:

Meskipun dasarnya sama yakni sebuah laporan yang menjabarkan berbagai transaksi dan juga berbagai pemasukan serta pengeluaran, perubahan data, neraca dan lainnya sehingga uang yang masuk dan keluar digunakan dan didapatkan dengan status yang jelas. Lantas apa saja unsur dari dasar laporan keuangan syariah ?

Tujuan Laporan Keuangan Syariah

Dalam tujuan utamanya laporan keuangan syariah terbagi menjadi tiga, diantaranya adalah :

1. Untuk menyediakan informasi keuangan

tujuan pertama dari laporan keuangan syariah adalah menyediakan informasi keuangan entitas syariah yang dibuat dalam satu periode akuntansi. Umumnya juga periode tersebut ditentukan oleh perusahaan terkait yang menggunakan sistem syariah untuk mengatur kebijakan laporan keuangannya. Tentu akan semakin pendek jangka laporannya maka akan semakin mudah, karena terlalu lama membuat laporan tidak efektif dan kesalahan kecil tidak terlihat.

Berdasarkan informasi keuangan, para pengguna dapat menjadikan laporan keuangan sebagai rujukan atau bahan dalam pengambilan keputusan ekonomi, seperti keputusan investasi oleh investor, keputusan ekspansi oleh manajemen dan hal lainnya. Informasi keuangan ini disajikan dalam berbagai jenis laporan keuangan seperti yang sudah disebutkan di poin sebelumnya mengenai berbagai jenis laporan.

2. Menyediakan informasi kepatuhan terhadap prinsip syariah (sharia compliance)

Laporan keuangan syariah juga memiliki fungsi pengawasan, dimana laporan keuangan bisa meneliti apakah perusahaan tersebut menggunakan entitas syariah pada setiap transaksi dan juga berbagai prinsip ekonominya. Terkadang ada beberapa perusahaan yang mengklaim bahwa mereka merupakan perusahaan syariah,namun masih banyak program yang dilakukan dengan standar program keuangan konvensional.

Hal ini akan merugikan perusahaan yang memang menggunakan prinsip syariah. Contohnya, perlakuan pendapatan bunga yang akan diperoleh oleh entitas syariah berasal dari dana sosial bukan dari masing-masing nasabah atau partner transaksi. Dan hal ini harus diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS).

3. Menyediakan informasi mengenai pemenuhan tanggungjawab sosial

Entitas syariah juga menyediakan informasi sosial dalam laporan keuangannya. Informasi ini disajikan pada laporan sumber dan penyaluran dana zakat serta dan laporan sumber dan penggunaan dana kebajikan tersebut. Laporan keuangan merupakan pemenuhan tanggung jawab sosial sehingga pelaksanaannya berjalan dengan lancar.

Sponsors Link

Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, maka sebuah laporan keuangan disajikan dalam beberapa bentuk meliputi:

  • ¬†Aset
  • Kewajiban
  • Dana syirkah temporer
  • Ekuitas
  • Pendapatan dan beban termasuk keuntungan dan kerugian
  • Arus kas
  • Dana zakat dan
  • Dana kebajikan

Dapat dijelaskan di sini, bahwa entitas syariah meyajikan informasi keuangannya sedikit berbeda dengan entitas konvensional, yaitu dalam hal melaporkan informasi tentang dana syirkah temporer, dimana pos ini tidak termasuk kewajiban dan juga ekuitas. Pos ini mempunyai klasifikasi tersendiri karena pos ini adalah pos yang didasarkan pada akad Mudharabah atau Investasi Tidak Terikat.

ads

Dalam akad mudharabah berlaku ketentuan bagi hasil apabila pengelola dana memperoleh laba sedangkan apabila pengelola dana menderita kerugian maka kerugian ditanggung pemilik modal, sehingga pengelola dana tidak mempunyai kewajiban untuk mengembalikan dana mudharabah.

Unsur Laporan Keuangan Syariah

Unsur dari laporan keuangan syariah ada beberapa, diantaranya adalah :

  1. Laporan laba ditahan atau biasa disebut saldo laba (Statement of Retained Earning)
  2. Laporan posisi keuangan yang biasa disebut statement of financial position
  3. Laporan arus kas atau biasa disebut statement of cashflows atau cashflows
  4. Laporan laba rugi atau yang dikenal sebagai statement of income
  5. Laporan sumber dan penggunaan dan zakat, infaq serta shadaqah dimana dalam syariah menggunakan aturan Islam yang memang menggunakan 3 hal diatas untuk memberi atau menerima. Atau biasa disebut sebagai Statement of sources and use of fund in zakat, charity and fund
  6. Laporan perubahan dana investasi terikat atau statement of change in restricted investment
  7. Laporan sumber dan penggunaan qadhuk hasan atau statement of source of fund in qard fund.

Empat laporan yang pertama memang sudah dikenal dalam laporan keuangan konvensional, dalam syariah keempat laporan tersebut memang digunakan untuk melengkapi. Namun tiga poin terakhir memang menjadi laporan khas dari keuangan atau akuntansi syariah.

Baca:

Laporan keuangan merupakan sebuah penyajian terstruktur dari sebuah posisi keuangan serta kinerja keuangan yang berasal dari sebuah entitas syariah. Sedangkan untuk tujuan laporan keuangan syariah jika ditarik garis yaitu memberikan informasi tentang posisi keuangan, kinerja dan arus kas entitas syariah yang nantinya bisa bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan.

Selain itu juga mempermudah pengambilan keputusan ekonomi dan menunjukan adanya pertanggung jawaban dari pengelola keuangan serta manajemen yang mengelola laporan dalam grup tersebut. sumber daya yang dipercayakan kepada mereka merupakan rangka tujuan menyajikan data yang valid dari bentuk tanggung jawab mereka. (Baca: Sejarah Akuntansi Syariah)

Karakteristik Laporan Keuangan

  1. Dapat dipahami

Kualitas penting informasi yang memang bisa ditampung di lapiran keuangan yaitu kemudahan untuk segera dipahami oleh para pemakai. Maksud lainmya yakni Kualitas penting informasi yang ditampung dalam laporan keuanan adalah kemudahannya untuk segera dapat dipahami oleh pemakai. Untuk maksud ini, pemakai diasumsikan memiliki pengetahuan yang memadai tentang aktivitas ekonomi dan bisnis, akuntansi, serta kemauan untuk mempelajari informasi dengan ketekunan yang wajar.

Namun demikian, informasi kompleks yaang seharusnya dimasukkan dalam laporan keuangan tidak dapat dikeluarkan hanya atas dasar pertimbangan bahwai informasi tersebut terlalu sulit untuk dapat dipahami oleh pemakai tertentu.

  1. Relevan

Agar bermanfaat, informasi harus relevan untuk memenuhi kebutuhan pemakai dalam proses pengambilan keputusan. Informasi memiliki kualitas relevan kalau dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pemakai dengan membantu mereka mengevaluasi peristiwa masa lalu, masa kin atau masa depan, serta menegaskan atau mengoreksi hasil evaluasi mereka di masa lalu. Relevan berarti juga harus berguna untuk peramalan (predictive) dan penegasan (confirmatory) atas transaksi yang berkaitan satu sama lain.

Relevan juga dipengaruhi oleh hakikat dan tingkat meterialitasnya. Tingkat meterialitas ditentukan berdasarka pengaruh kelalaian (ambang batas) terhadap keputusan ekonomi pemakai yang diambil atas dasar laporan keuangan. Oleh karena itu, meterialitas dipengaruhi oleh besarnya kesalahan dalam mencantumkan atau pencatatan. Sementara itu, dasar penerapan dalaam bagi hasil harus mencerminkan jumlah yang sebenarnya tanpa mempertimbangkan konsep materialitas.

Sponsors Link

  1. Keandalan

Andal, diartikan sebagai bebas dari pengertian yang menyesatkan, kesalahan material, dan dapar diandalkan sebagai penyajian yang jujur (faithful representation) dari yang seharusnya disajikan atau yang diharapkan dapat disajikan. Informasi mungkin relevan tetapi jika hakikat atau penyajian tidak dapat diandalkan maka penggunaan informasi tersebut secara potensial dapat menyesatkan.

Misalnya, jika keabsahan dan jumlah tuntunan atas kerugian dalam suatu tindakan hukum masih dipersengketakan, mungkin tidak tepat bagi entitas syariah untuk mengakui jumlah seluruh tuntunan tersebut dalam neraca, meskipun mungkin tepat untuk mengungkapkan jumlah serta keadaan dari tuntunan tersebut. Agar dapat diandalkan maka informasi harus memenuhi hal sebagai berikut.

Menggambarkan dengan jujur transaksi (penyajian jujur) serta peristiwa lainnya yang seharusnya disajikan atau yang secara wajar dapaat diharapkan untuk disajikan. Misalnya, neraca harus menggambarkan dengan jujur transaksi serta peristiwa lainnya dalam bentuk aset, kewajiban, dana syirkah temporer, serta ekuitas entitas syariah pada tanggal pelaporan.

Baca juga :

Penggambaran tersebut harus memenuhi kriteria pengakuan, walaupun terkadang mengalami kesulitan yang melekat untuk mengidentifikasikan transaksi baik disebabkan oleh kesuitan yang melekat pada transaksi atau oleh penerapan ukuran dan teknik penyajian yang sesuai dengan makna transaksi atau peristiwa tersebut.

  1. Dicatat dan disajikan sesuai dengan substansi dan realitas ekonomi yang sesuai dengan prinsip syariah dan bukan hanya bentuk hukumnya (substansi mengungguli bentuk).
  2. Harus diarahkan untuk kebutuhan umum pemakai dan bukan pihak tertentu saja (netral).
  3. Didasarkan atas pertimbangan yang sehat dalam hal menghadapi ketidakpastian peristiwa dan keadaan tertentu. Pertimbangan ini mengandung unsur kehati-hatian pada saat melakukan perkiraan atas kepastian tersebut.
  4. Lengkap dalam batasan materialitas dan biaya. Kesengajaan untuk tidak mengungkapkan akan berakibat informasi menjadi tidak benar sehingga menjadi tidak dapat diandalkan dan tidak sempurna.

Baca juga:

Berikut adalah pembahasan terlengkap tentang Tujuan Laporan Keuangan Syariah yang bisa anda pahami satu persatu dengan mudah karena sudah dikemas yang memang benar benar bisa membantu anda memahami dengan cara yang mudah dan simple.

Sponsors Link
, , , , ,
Oleh :
Kategori : Akuntansi Syariah