Sponsors Link

14 Tujuan Akuntansi Syariah Paling Lengkap

Sponsors Link

Akuntansi syariah merupakan akuntansi yang memiliki orientasi sosial, yang mana berarti bahwa jenis akuntansi ini tak hanya dijadikan untuk menerjemahkan fenomena ekonomi dalam berbagai standar ukuran namun juga dijadikan sebagai metode yang dapat menjelaskan bagaimana fenomena ekonomi tersebut di dalam lingkup masyarakat Islam. (baca juga: Metode Pengumpulan Biaya) Isu-isu yang tidak terpikirkan pada akuntansi konvensional akan masuk ke dalam akuntansi syariah. Ada dua versi akuntansi syariah, yaitu

ads
  • Akuntansi syariah yang nyata telah diterapkan pada jaman masyarakat yang menggunakan nilai-nilai islami terutama pada jaman Nabi SAW atau pemerintahan islam lainnya. (baca juga: Pengertian Rekonsiliasi Bank)
  • Akuntansi syariah yang memang muncul pada jaman kegiatan ekonomi dan sosial dikuasai oleh pemerintah dengan sistem kapitalis yang sangat berbeda dari nilai-nilai islam. (baca juga: Karakteristik AKuntansi Sektor Publik)

Kedua versi akuntansi syariah ini memang berbeda satu sama lainnya ketika merespon situasi masyarakat yang ada pada jaman tersebut. Produk akuntansi yang ada tnetu saja harus mengikuti kebutuhan masyarakat pada saat tersebut. (baca juga: Pengertian Persamaan Dasar Akuntansi)

Kehadiran akuntansi syariah sangat dibutuhkan karena beberapa hal berikut ini:

  • Kebutuhan yang diakibatkan semakin berkembangnya transaksi keuangan berbasis syariah (baca juga: Jenis Jenis Piutang)
  • Kewajiban pelaksanaan syariah (baca juga: Cara Membuat Neraca Saldo)
  • Kebutuhan akuntabilitas dan entitas yang berbasis prinsip syariah. (baca juga: Pengertian Persediaan)
  • Kebangkitan kaum muslim khususnya kaum-kaum terpelajar yang merasakan kekurangan dari sistem kapitalisme barat
  • Semakin besarnya kebutuhan akan norma perhitungan zakat, sehingga membutuhkan sistem akuntansi yang memang tepat untuk menghitungnya.
  • Kebutuhan terhadap pencatatan, pertanggung jawaban serta pengawasan pada harta ummat ataupun kekayaan milik ummat (wakaf)

“Sempurnakanlah takaran dan jangan kamu termasuk dalam orang-orang yang merugikan serta timbanglah dengan menggunakan timbangan lurus. Dan jangan kamu berbuat merugikan manusia dengan hak-haknya dan jangan kamu merajalela di bumi dengan membuat kerusakan-kerusahakn serta bertakwalah pada Allah yang menciptakan kamu dan umat-umatnya yang terdahulu”

Tentunya setiap sistem akuntansi memiliki tujuan tertentu, termasuk akuntansi syariah. Menurut Adnan (2005), tujuan dari akuntansi syariah terdiri dari dua tingkatan. Tingkatan pertama merupakan tingkatan ideal sedangkan tingkatan kedua merupakan tingkatan praktis. Pada tingkatan ideal, tentunya menjadi laporan keuangan yang dapat dipertanggung jawabkan pada Allah SWT. (baca juga: Pengertian Akuntansi Keuangan)

Selain itu, akuntansi juga berfungsi sebagai media yang dapat menghitung zakat karena bentuknya patuh terhadap perintah Allah SWT. Sedangkan dalam tataran pragmatisnya, kemudian baru diarahkan pada upaya-upaya pada pengambilan keputusan ekonomi. (baca juga: Pencatatan Transaksi Keuangan)

Sedangkan menurut Kusmawati (2005), tujuan akuntansi syariah tak hanya sebagai perhitungan zakat saja namun juga didampingi tujuan-tujuan lainnya yang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah seperti memelihara harta. pengambilan keputusan, menentukan dan menghitung hak-hak dari pihak mitra, menentukan imbalan, sanksi, ataupun balasan. Nah berikut ini penjelasan dari tujuan akuntansi syariah. (baca juga: Prinsip Akuntansi Syariah)

1. Perlindungan Harta (Hifzul Maal) 

Para ahli-ahli mengutip pada ayat dalam Al-Quran  yaitu “faktubuhu” yang memiliki arti tuliskanlah. Hal ini menjelaskan bahwa ketika menuliskan mengenai uang dan harta merupakan kebutuhan agar dapat menjaga harta tersebut serta menghindari dan menghilangkan rasa keragu-raguan.

Peranan akuntansi tak hanya digunakan untuk memelihara harta benda yang anda miliki saja, namun juga dipergunakan agar dapat menghitung dengan akurat. Tugas dari akuntan merupakan sebagai pengelola yang bertanggung jawab dalam transaksi-transaksi yang dicatatnya. Baik merupakan hal buruk maupun hal baik. (baca juga: Pengertian Hutang Lancar)

2. Eksistensi Pencatatan Ketika Terdapat Perselisihan

Pencatatan transaksi keuangan pada harta benda yang dimiliki, merupakan sebuah tujuan agar dapat memberikan kesaksian yang real dan kuat bila terjadi perselisihan pada transaksi atau harta. Pengaruh baik dari hal ini adalah pada saat berada di pengadikan, maka perselisihan sebisa mungkin dapat dihindari dengan adanya catatan-catatan yang akurat dan detail. (baca juga: Transaksi Bisnis Perusahaan)

Sponsors Link

3. Membantu Mengambil Keputusan

Tujuan lainnya dari akuntansi syariah adalah dapat membantu dalam pengambilan sebuah keputusan. Para ahli berpendapat bila dengan tidak adanya data-data yang lengkap dalam catatan keuangan maka dapat membuat pengusaha bisnis kesulitan dalam mengungkapkan pemikiran yang tepat dan benar ketika mengambil sebuah keputusan yang bijak. (baca juga: Manfaat Akuntansi Manajemen)

4. Menentukan dan Menghitung Hak Hak Berserikat

Tujuan lainnya dari akuntansi syariah adalah dapat menentukan serta menghitung hak-hak berserikat. Di dalam perdagangan, pastinya terdapat akad dengan jenis perserikatan diantara modal dan keahlian, modal dan modal, keahlian dan keahlian, serta modal dan nama baik (goodwill). (baca juga: Fungsi Buku Besar)

Dasar-dasar dari akuntansi yang diatur oleh akuntansi syariah antara lain adalah memastikan bila hak yang berserikat tentunya akan mendapatkan hasil yang sudah disepakati bersama sebelumnya. Tentunya hal tersebut akan mencegah terjadinya kezaliman dintara pihak-pihak yang berkaitan. (baca juga: Ruang Lingkup Akuntansi Syariah)

5. Menentukan Hasil Usaha Yang Akan Dizakatkan

Ketika akan menentukan perhitungan untuk zakat, tentunya anda harus mengetahui hasil yang anda dapatkan baik dalam hal keuntungan maupun kerugian. Dasar tersebut akan membantu anda untuk menghitung dengan mudah jumlah zakat yang harus dikeluarkan atas ahrta yang anda miliki. (baca juga: Pengertian Persamaan Dasar Akuntansi)

6. Menentukan Imbalan, Sanksi, Dan Balasan

Akuntansi syariah juga memiliki fungsi untuk dapat memberikan fasilitas pada perhitungan imbalan setelah terjadinya transaksi yang dilakukan. Balasan dan sanksi yang didapatkan bila terjadi penyelewengan atau kecurangan. Dengan adanya sistem akuntansi syariah ini, maka tentunya akuntansi ini dapat dijadikan sebagai pertanggung jawaban atas penggunaan sumber daya ekonomi serta penyajian laporan keuangan. (baca juga: Manfaat Laporan Keuangan)

Tujuan dari akuntansi Islam tentunya harus mempresentasikan tujuan akuntansi yang memang sesuai pada tujuan mumalah tersebut. Diantara tujuan tujuan tersebut tentunya hal pertama yang harus diperhatikan adalah pengapdian kepada Allah SWt. Yang kedua tentunya berorientasi pada akhirat. Hal ini berdasar pada Al-Quran dalam surat Al-Qash ayat 77. Ketiga mengenai harta yang telah diberikan Allah pada orang-orang yang memang membutuhkan. Dan yang keempat adalah tidak melakukan perbuatan merusak pada masyarakat. (baca juga: Unsur Persamaan Dasar Akuntansi)

Ada 3 prinsip atau nilai yang mendasari dari akuntansi syariah ini, yaitu nilai pertanggung jawaban, kebenaran, serta keadilan. (baca juga: Perbedaan Bank Konvensional dan Bank Syariah)

1. Prinsip Pertanggung Jawaban

Pertanggung jawaban dapat diartikan sebagai keharusan dalam bertanggung jawab, atau dapat dikatakan bahwa menjadi keharusan dalam menanggung akibat dari perilaku yang dilakukan. Pertanggung jawaban berkaitan langsung dengan amanah. Yang mana implikasinya pada bisnis dan akuntansi merupakan individu yang terlibat langsung dalam bisnis yang dilakukan dan diamanatkan. Bentuk dari pertanggung jawaban ini dalam laporan keuangan yang tersaji. (baca juga: Manfaat Jurnal Khusus)

Sponsors Link

2. Prinsip Kebenaran

Biladilihat dari kamus Bahasa Indonesia. maka definisi dari kebenaran ini antara lain adalah:

3. Prinsip Keadilan

Prinsip keadilan tak hanya merupakan nilai yang penting pada kehidupan sosial dan bisnis namun juga nilai yang mereka dalam diri manusia. Keadilan yang dimaksud disini tentunya dalam konteks yang bersifat fundamental dna berpijak pada nilai-nilai syariah dan moral. Dapat dikatakan, bahwa perlakukan adil dapat terlihat dari catatan-catatan transaksi yang dilakukan oleh perusahaan dengan benar. (baca juga: Pengertian Kas Kecil menurut para ahli)

Bahkan dalam Al-Quran sendiri juga tersampaikan bahwa mengukur dengna adil merupakan kewajiba, jangan dilebihkan ataupun dikurangi. Sebagai manusia, kita dilarang bila menuntut keadilan timbangan dan ukuran, namun pada orang lainnya kita menguranginya. Hal ini tercantum dalam surah Asy-Syura pada ayat 181-184. (baca juga: Bidang Bidang Akuntansi)

Untuk itu, penentuan dari konsep dasar maupun prinsip dalam akuntansi syariah tentu harus mengacupada tujuan dari akuntansi syariah itu sendiri, termasuk relevansinya terhadapa pencapaian pada tujuan Akuntansi Islam. Semoga informasi diatas dapat bermanfaat bagi anda.

baca juga:

Sponsors Link
, , , , , , ,
Oleh :
Kategori : Akuntansi Syariah