Sponsors Link

Kegunaan Laporan Keuangan Bagi Manajemen Perusahaan

Sponsors Link

Laporan keuangan mencerminkan keadaan yang memperlihatkan seberapa ‘sehat’ atau tidaknya sebuah organisasi atau perusahaan. Jika ditinjau secara lebih mendalam, fungsi akuntansi dalam perusahaan bisa dirasakan melalui laporan keuangan bagi semua pihak yang terkait dengan perusahaan baik pihak internal maupun eksternal. Pembuatan laporan keuangan termasuk bagian dari sistem akuntansi yang penerapannya sama untuk organisasi non profit hingga organisasi profit berbentuk badan usaha (perusahaan).

ads

Semakin banyaknya transaksi dan betapa kompleksnya metode transaksi tentunya memerlukan laporan khusus untuk bahan evaluasi dan informasi lainnya terkait penerapan kebijakan. Fungsi akuntansi keuangan berupa laporan keuangan akan dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk mengambil keputusan keputusan tertentu agar perusahaan atau organisasi tetap berjalan sebagaimana mestinya. Contohnya, dari  laporan keuangan didapat laba bersih perusahaan menurun pada kuartal ke-4 pada tahun 2016 maka pihak manajemen perusahaan akan mencari solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Kegunaan Bagi Manajemen Secara Khusus

Catatan atas laporan keuangan menjadi salah satu hal terpenting agar bisnis perusahaan tetap berjalan dengan baik. Sebuah laporan yang tidak rapi akan memberikan beberapa masalah seperti masalah besar terkait pelaporan pajak atau kebocoran aset yang sangat merugikan. Laporan keuangan hanya boleh digunakan oleh beberapa pihak yang berkepentingan sehingga tidak semua orang boleh melihat apalagi menggunakannya. Laporan keuangan berguna untuk melindungi aset perusahaan dari kebocoran maupun kecurangan.

Jika perusahaan sudah memiliki laporan keuangan yang lengkap,  tentu banyak manfaat yang dirasakan. Manfaat utama adalah pengambilan keputusan menjadi lebih tajam dan berkualitas. Laporan keuangan ini menyediakan informasi yang penting bagi pengambilan keputusan, evaluasi usaha yang sedang berjalan, serta budgeting dan kontrol internal termasuk pengendalian internal dalam audit. Jika informasi keuangan telah akurat, maka pengelola bisa mengambil keputusan dengan bijaksana berdasarkan data-data yang dimiliki.

Contoh kasus agar lebih mudah dipahami sebagai berikut. Saat baru memulai bisnis dan belum memiliki laporan keuangan, pada bulan pertama bisnis masih berjalan, namun ternyata telah terjadi pemborosan sebesar Rp2.000.000. Setelah bisnis berjalan selama 2 tahun, maka pemborosan akan membengkak menjadi Rp48.000.000. Tentunya jumlah uang sebesar itu bukanlah jumlah yang sedikit. Jika salah satu pemborosan tidak diketahui sehingga tidak tertangani dengan baik, maka pemborosan lainnya bisa terjadi.

Pemborosan seperti itu tentu akan merugikan perusahaan sehingga kondisi keuangan tidak aman. Selain itu, ketiadaan laporan keuangan tentunya bisa menghambat bisnis karena kurangnya pengetahuan tentang pertumbuhan bisnis dari waktu ke waktu. Jika hal seperti itu terus terjadi maka bisa jadi suatu saat keputusan yang diambil oleh manajemen salah sasaran sehingga bisnis tidak akan berkembang. Jika bisnis tidak berkembang pasti akan berdampak buruk pada semua pihak terkait suatu perusahaan.

Laporan keuangan yang baik dan tersusun rapi sesuai jenis jenis akuntansi keuangan lebih memudahkan manajemen untuk mengelola keuangan perusahaan. Sebelum menyusun laporan keuangan secara lengkap pasti langkah awal yang disusun adalah jurnal. Jika jurnal telah tersusun dengan baik maka penyusunan laporan keuangan akan jauh lebih mudah. Dari jurnal bisa dilakukan monitoring keuangan bisnis di mana pun dan kapan pun sehingga pengembangan bisnis bisa lebih fokus dengan biaya yang akurat dan minimal untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal sesuai prinsip ekonomi.

Sponsors Link

Pengelolaan kas kecil perusahaan juga berperan penting dalam penyusunan laporan keuangan. Pimpinan perusahaan yang merupakan bagian dari manajemen perusahaan biasanya membutuhkan laporan keuangan sebagai bukti pertanggungjawaban kepada pemilik perusahaan atas kepercayaan yang telah diberikan kepadanya untuk mengelola perusahaan selama ini. Manajemen perusahaan juga butuh laporan keuangan sebagai alat penilaian atas pelaksanaan kegiatan operasional perusahaan secara keseluruhan, per bagian-bagian serta per individu yang telah diberi wewenang dan tanggung jawab.

ads

Laporan keuangan juga berguna sebagai alat untuk mengukur besaran biaya yang telah dikeluarkan oleh kegiatan-kegiatan usaha yang dilaksanakan perusahaan. Laporan keuangan juga menjadi bahan pertimbangan dalam mengendalikan kegiatan perusahaan, dalam menyusun program kegiatan pada periode mendatang, serta dalam pengambilan keputusan. Laporan keuangan juga berguna untuk mengetahui kondisi perusahaan dan posisi keuangan perusahaan.

Laporan keuangan menjadi jenis bukti audit dan bisa juga menjadi dasar penentuan taksiran keuntungan yang akan diterima pada masa mendatang. Taksiran perkembangan harga saham yang dimiliki oleh pemilik perusahaan juga bisa dinilai dari laporan keuangan. Pencatatan transaksi keuangan yang termuat dalam laporan keuangan maka pihak manajemen perusahaan bisa instropeksi diri sehingga bisa tahu apa saja kekurangan yang ada selama ini, apa saja kelalaian-kelalaian yang telah dilakukan selama ini, serta sudah benar atau belum penggunaan dana yang ada. Dengan adanya interospeksi tentu akan membuat hal-hal menjadi lebih baik, lebih berhati- hati dalam memakai dana yang ada dan bisa mengatur keuangan dengan lebih baik lagi agar bisa memberi manfaat bagi semua pihak. Dari laporan keuangan juga bisa tahu prospek perusahaan di masa depan, apakah semakin merosot atau justru maju.

Kehadiran laporan keuangan memberikan peluang  dan membuat selalu open minded. Dengan melihat laporan keuangan, kita tahu apa yang harus kita lakukan. Ketika laporan keuangan kita memadai kita tidak perlu berpikir keras, kita hanya cukup meneruskan dan mengembangkannya. Jika terjadi kekurangan dana, pastinya kita berpikir dan mencari sebuah terobosan, bagaimana meningkatkan pendapatan atau dana yang kita miliki seperti  mengadakan bazar, lelang biaya, dan masih banyak lainnya.

Laporan keuangan dibuat sebagai bentuk pertanggungjawaban bagi pemiliki dana dan orang yang menjalankan dana, pembuatan laporan keuangan adalah sebuah tanggung jawab dari kita, kita sudah apakan dana yang kita miliki, untuk apa saja dana itu dan lain sebagainya. Laporan keuangan inilah yang menjadi wujud pertanggungjawaban dari orang yang memegang dan menjalankan uang sesuai kerangka konseptual akuntansi keuangan. Laporan keuangan menjadi salah satu dasar pertimbangan yang biasa digunakan sebagai acuan untuk mengambil sebuah keputusan penting pada suatu perusahaan.

Para pemimpin perusahaan biasanya mengandalkan unsur unsur laporan  keuangan agar segera mengambil sebuah keputusan yang tidak sembarangan karena ada bukti tertulisnya. Jika ada kelebihan dana atau profit nantinya akan diapakan atau dikemanakan. Namun jika kekurangan dana juga apa yang akan dilakukan agar kekurangan bisa tertutupi. Laporan keuangan menjadi fakta yang akurat karena bentuknya tertulis sehingga bisa dipertanggungjawabkan secara hukum. Berdasarkan laporan keuangan tersebut, pihak manajemen bisa lebih bijaksana dalam bertindak untuk memajukan perusahaan tanpa harus merugikan pihak intern perusahaan terutama karyawan. Laporan keuangan yang telah dibuat harus lengkap dan sesuai dengan standar akuntansi agar kebenaran data-data yang ditampilkan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Sponsors Link
, , ,